Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Thursday, March 28, 2013

Acehku, Acehmu juga.

Kultwit dengan hashtag #Aceh oleh @tbarya pada tanggal 28 Maret 2013

Sebenernya gue udah lama pengen nge-share kondisi terkini Provinsi paling barat di Republik ini, Nanggroe Aceh Darussalam. kondisi politik disana semakin kacau.

Gue flashback dulu yah, semua tau Kerajaan Samudra Pasai adalah kerjaan Islam pertama di bumi nusantara, dimana Islam mendarat pertama di pesisir Aceh.

Saat penjajah datang, perlawanan rakyat begitu membahana dalam rangkaian perjalanan kemerdekaan Indonesia terutama oleh Teuku Umar dan Cut nyak dien (pahlawan nasional).

anyway, rakyat Aceh itu terkenal begitu majemuk, sampai ada yang mengaitkannya dengan kepanjangan kata ACEH = Arab Cina Eropa Hindia.

Sampai akhirnya Indonesia memperoleh kemerdekaannya, banyak tokoh Aceh yg memberi bantuan moril dan materi untuk pemerintah pusat Republik Indonesia yg baru seumur jagung.

Itu kenapa Aceh begitu spesial dimata pemerintah hingga diberi nama Daerah Istimewa Aceh setelah ada Daerah Istimewa Yogyakarta (karena ibukota RI pernah di jogja).

Tapi perjalanan Aceh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak pernah mulus hingga saat ini, jeng~ jeng~ jeng~

Sejak era Soekarno, telah terjadi pemberontakan DI/TII oleh Daud Beureueh hingga memproklamasikan Republik Islam #Aceh (RIA). Hingga akhirnya Jendral A.H Nasution berhasil mengehentikannya.

Pada era Soeharto, mereka yg tidak puas kembali bergabung dalam Gerakan Aceh Merdeka diproklamirkan pada 4 Desember 1976 yg dipimpin Hasan Tiro.

Hingga pada puncaknya Republik Indonesia resmi menjadikan Aceh Daerah Operasi Militer (DOM) 1989-1998 dengan nama Operasi Jaring Merah I-IX (9 tahun) hingga dinyatakan selesai oleh Jendral Wiranto.

Setelah reformasi, Presiden Megawati memberi ultimatum dua minggu untuk menerima otonomi khusus untuk Aceh di bawah NKRI.

akibat menolak, maka mulailah DOM kedua 2003-2004 dengan nama Operasi Terpadu, dengan 30.000 tentara dan 12.000 polisi di Aceh (Operasi Militer terbesar setelah Operasi Seroja 1975).

konflik 30 tahun Republik Indonesia dan Aceh itu pun selesai dengan perundingan di helsinki dan datangnya tsunami Aceh 2004 dengan korban tewas > 125.000 jiwa.

Hasil perundingan helsinki akhirnya GAM mengakui berada dibawah NKRI dengan beberapa syarat, termasuk mendirikan partai polotik lokal, yaitu Partai Aceh.

Hasilnya Partai Aceh menguasai sebagian besar kursi DPRD dan Sudah 2 nama Gubernur Aceh yang berasal dari Partai Aceh.

Nama provinsi pun berganti dari DI. Aceh menjadi Nanggroe Aceh Darussalam yg sebenarnya berarti Negeri Aceh Darussalam, beberapa pihak menyebut sebenarnya dengan nama ini Aceh sudah menjadi negara sendiri.

dari berbagai perubahan positif di Aceh pasca helsinki seperti berlakunya hukum islam (Qisas, cambuk dll), istilah perda menjadi Qanun dan DPRD menjadi DPRA (DPR Aceh).

namun akhir2 ini banyak Qanun (perda) yg mengejutkan seperti hadirnya jabatan "Wali Nanggroe" yg berada diatas eksekutif (gubernur dll) hingga issue nya bisa menurunkan Gubernur, WOW.

Wali Nanggroe memilik banyak persyaratan diantaranya fasih berbicara bahas aceh, Wali Nanggroe yang terpilih saat ini ialah Malik Mahmud.



Belum lagi Anggaran Belanja Pendpatan Daerah (APBD) Aceh harus tersedot dgn pembangunan Istana Meuligo Wali Nanggroe di Lampeuneret Banda Aceh senilai Rp 35.4 Milyar.



Dan yang paling fresh adalah 2 hari yg lalu DPRA mengesahkan perubahan Lambang dan Bendera daerah menyerupai lambang kerajaan aceh dulu (singa & buraq) dan bendera GAM.



Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Panglima Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda menolak lambang dan bendera baru tersebut.

Ternyata kepiluan Tsunami Aceh yg begitu meluluh lantakan bumi serambi mekah itu telah usai gaungnya, GAM melalui Partai Aceh bangun lagi untuk mengusik negeri tercinta.


#SAVEACEH
#SAVEINDONESIA

Sumber
http://kompasiana.com
http://wikipedia.id
http://kotabandaaceh.blogspot.com/2012/08/aceh-menuju-gerakan-aceh-merdeka-gam.html

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 comments:

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)