Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Sunday, March 3, 2013

EVALUASI REFORMASI



Gue dan anak muda segenerasi lainnya lahir di era usainya perang dingin (ketauan deh umur gue) antara Negara adidaya Amerika Serikat dan Uni Sovyet, dengan pecahnya Uni Sovyet menjadi Rusia, Kazakstan, Uzbekistan dan tan tan lainnya. Apa sih imbasnya? Ya Amerika Serikat semakin powerfull mengendalikan dunia. Walaupun awal 2013 ini Republik Rakyat China sudah diakui telah mengalah posisi Amerika Serikat sebagai ekomomi terbesar di dunia, dengan kata lain China udah lebih kuat ketimbang Amerika Serikat. Terus Indonsia kapan donk 10 besar dunia? (Saat ini kita Negara ke-15 ekonomi terbesar dalam G20) target pemerintah sih 2025 kita masuk 7 besar Negara dengan kekuatan ekonomi terbesar, dan hampir semua pengamat mempercayai itu. Bismillah, semoga kita masih hidup saat itu dan bisa lihat kejayaan Indonesia yang sudah lama diramalkan para leluhur bangsa, amin.

Segemilang itu prestasi Indonesia dihadapan dunia ternyata tidak banyak dinikmati Rakyat Indonesia di pelosok negeri. Masih banyak rakyat yang menjerit kesakitan, mati kelaparan, tidur beralas tanah dan lainnya, sangat jauh dari target pencapaian dunia 2015 dalam Millennium Development Goals (MDGs).

1.       Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan,
2.       Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua,
3.       Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan,
4.       Menurunkan Angka Kematian Anak,
5.       Meningkatkan Kesehatan Ibu,
6.       Memerangi HIV/AIDs, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya,
7.       Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup, dan
8.       Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan.

Gue jadi bisa liat dua hal, Target yang dipatok ketinggian? Atau pemerintah yang lamban mempercepat penuntasan target tersebut?. Tapi tidak hanya Indonesia yang keteteran mengejar target MDGs tersebut, Negara lain juga banyak yang belum selesai menuntaskannya. Jadi salah target? Karena memang Indonesia sama sekali tidak terlibat dalam penyusunan target MDGs. Tapi saat ini Indonesia diberikan posisi strategis untuk menyusun target baru setelah 2015 dalam high level panel bersama Inggirs dan Liberia. Target baru dunia dirumuskan oleh bangsa Indonesia, keren gak sih? #yakali

Gue liat posisi SBY itu mirip sama Soeharto, dimana dia harus memperbaiki perekonomian Indonesia yang sedang kacau balau. Jika saat itu Soekarno mewariskan krisis besar di seantero negeri hingga ada demo besar seperti TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) yang intinya meminta pemerintah segera menurunkan harga barang, Dan Soeharto berhasil membawa Indonesia ke landasan pacu untuk siap terbang menjadi Negara maju, namun Tuhan berkata lain, Pesawat tersebut jatuh ringsek saat take-off di tahun 1998. Terpaksa kita membuat kembali pesawat baru dengan keadaan semua investor kabur dari bumi pertiwi hingga ekonomi Indonesia jatuh tajam dengan pertumbuhan ekonomi “minus” (saat ini 6,5% kedua tertinggi di dunia setelah china). Dengan landasan yang sudah dibuat rasanya kita tidak perlu waktu terlalu lama untuk bangkit, 14 tahun sejak saat itu Indonesia langsung meraih predikat Negara ke 15 ekonomi terbesar di dunia dan Negara Demokratis terbesar setalah Amerika Serikat. Kita berhasil dengan cepat mereformasi Sistem Ekonomi (Sekarang Bank Indonesia jadi lembaga Independen), Sistem Pemerintahan (Sekarang daerah memiliki wewenang lebih mengatur sendiri daerahnya dalam sistem desentralisasi), Konstelasi Politik (Kini Dwifungsi ABRI dihapuskan, tidak ada lagi prajurit yang berpolitik di DPR), Sistem Budaya (Saat ini masyarakat keturunan tionghoa diakui Negara), Sistem Politik (Kini rakyat lah penentu tunggal siapa pemimpinnya melalui PILPRES, PILKADA dan PEMILU), Sistem Media Masa (Kini pewarta lebih bebas dalam menentukan konten berita) perubahan perubahan yang mendasar sudah kita lakukan bersama, kita sudah terbang bersama 20 Negara ekonomi terbesar dunia dalam G20.

Tapi hati-hati, ada satu sistem yang belum kita perbaiki, Sistem Hukum di tanah air masih itu-itu saja, KUHP kita masih jiplakan belanda, bagaimana mungkin kita bisa terbang aman jika peraturan penumpangnya belum direformasi? Masih berupa peraturan-peraturan kuno yang tidak relevan dengan kondisi kompleks di era kejahatan yang serba canggih. Sudah 67 Tahun kita uji coba penerapannya menjadi Hukum Indonesia, apakah berhasil? mau sampai kapan hukum hanya berlaku untuk si miskin? Ini jadi PR generasi kita juga bung!!


00:20-04032013-ARYA



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 comments:

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)