Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Monday, April 8, 2013

Bangsa Yang (Tidak) Menua




Setidaknya mulai 3 tahun lagi, atau sepanjang kurun waktu 2015 hingga 2025 Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak positif stuktur umur penduduk, yaitu meningkatnya jumlah penduduk berusia produktif. Pada kurun waktu itu Indonesia akan menikmati demographic dividen (keuntungan ekonomi atas struktur umur penduduk) karena selain jumlah penduduk berusia produktif meningkat, sebaliknya penduduk berusia non produktif berkurang. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan oleh BPS, jumlah usia produktif Indonesia meningkat dari 65% pada tahun 2000 menjadi 66,1% pada tahun 2010, dan jumlahnya akan terus meningkat hingga 2025 yang diprediksi mencapai 167 juta jiwa.

Bayangkan mereka ini, usianya produktif, mampu melakukan pekerjaan dan mendapatkan penghasilan, secara teori mampu membuka lapangan kerja, membantu orang lain, menabung, dan membelanjakannya. Dan jumlahnya tidak main-main, 167 juta orang. Kalau dihitung kasar, seperti menggabungkan seluruh populasi Australia, Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Kamboja (termasuk para balita dan manulanya). Bayangkan saja salah seorang dari mereka. Perlu smartphone, pulsa, makan di warung dan sesekali di restoran, nonton, beli baju, beli perlengkapan mandi, beli kendaraan, beli rumah, beli perhiasan, perlu terbang ke sana kemari, dan sebagianya. Itu satu orang. Bayangkan kalau 167 juta!

Namun, opportunity ini bisa hilang percuma dan justru menjadi bencana, yakni apabila kualitas penduduk produktif di periode gemilang itu tidak memenuhi syarat bagi pertumbuhan ekonomi yang bermutu.  Saya tidak berani membayangkan, apa jadinya jika sebagian besar penduduk usia produktif tahun 2025, yang diperkirakan mencapai 167 juta orang, berpendidikan rendah, dan lapangan kerja tidak tersedia. Peluang dan opportunity di masa emas ini hilang, dan mungkin takkan pernah datang lagi dalam ratusan tahun ke depan..

Apabila jumlah penduduk usia produktif yang banyak tidak bisa dimaksimalkan manfaatnya akibat kurangnya lapangan kerja, maka selain bisa menimbulkan efek sosial yang sangat buruk nanti, dan hilangnya momentum untuk mengumpulkan kesejahteraan karena sekitar tahun 2050 ketika dependency ratio Indonesia kembali naik jadi 0,73, yakni banyaknya kelompok usia tidak produktif berasal dari kelompok usia tua yang harus ditanggung hidupnya karena tidak melakukan saving ketika terjadi masa gemilang (yang terlewat).

Menurut saya, kuncinya saat ini adalah…bersiap-siaga sepenuhnya. Dengan mendidik anak-anak kita dengan layak, dan mulai menciptakan kondisi dimana lapangan kerja akan makin terbuka bagi generasi “emas” yang…datang 3 tahun lagi.

Selamat bersiap-siap.


Oleh Akhyari Hananto
via www.goodnewsfromindonesia.org


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 comments:

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)