Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Wednesday, May 29, 2013

Agamaku Adalah Alasan untuk Menikah



Dasar Pemikiran Pernikahan dari Al Qur’an dan Al Hadits :

1. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
4.  Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
7.  Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
8.  Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rizki yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
9.  Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja. (Qs. An Nisaa' (4) : 3).
10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).

Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah :
11. Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
13. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kami¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).
14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
15. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat. (HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
16. "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
17. "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
18.  Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
19. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
20. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
21. Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
22. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya’la dan Thabrani).
23. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
24. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Monday, May 20, 2013

Indahnya Arti Bacaan Shalat


Dapet email dari sahabatku Adiesta Panjiesha Wisnu Herjan, sayang kalau tidak disebarluaskan, berikut isi email tersebut :D

Assalamualaikum Wr. Wb
Mari kita meninggalkan duniawi sejenak.
Sahabat semua. Malam tadi aku menangis. :'( Bukan karena masalah yang menimpaku di dunia ini namun karena hinanya aku di hadapan Allah SWT. Bodohnya aku hingga aku melupakan makna dan arti dalam tiap - tiap bacaan shalat. Sekarang aku mengerti kenapa aku tak pernah mersakan kekhusyukan dalam shalat. Jawabannya adalah karena aku tak bisa menjiwai arti dalam setiap bacaan shalat yang aku ucapkan. Kata demi kata yang terucap tak aku mengerti. Aku menyesal sekali. Alhamdulillah akhirnya kini aku bisa merasakan bagaimana indahnya shalat yang khusyuk itu dengan mempelajari PER KALIMAT dari masing-masing doa yang aku ucapkan. Mungkin aku belum sempurna namun semoga bisa.

Jadi sekarang siapa dari kalian yang ingin menangis setiap kali membaca doa-doa dalam shalat?  Siapa yang dari kalian ingin mersakan shalat khusyuk itu? :) Untuk itu, aku akan berbagi sedikit ilmu yang aku dapat tentang arti bacaan shalat agar kita bisa lebih menjiwai tiap kalimat yang kita ucapkan. Tak hanya sekedar terucap namun juga tersirat dalam hati karena kita mengerti dan paham dengan artinya.

Jika kalian ingin tahu, sebenarnya semua hal yang kita inginkan dan sering kita ucapkan seusai shalat sudah tercantum dan sudah kita ucapkan ketika kita shalat. Hanya saja kita yang tak pernah mengetahui akan arti masing-masing doa yang kita ucap.

Seharusnya kita tak hanya menghafal doanya saja namun juga artinya.

Do'a Iftitah :
Salah satu do’a iftitah adalah : “Allaahu akbar kabiiraa walhamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil’aalamiin. Laa syariikalahu wa bi dzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”

Do'a Iftitah Serta Arti/tejemahan secara keseluruhan do'a :
“Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan memberi keselamatan dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.”

Do'a Iftitah Serta Arti/tejemahan secara perkata/kalimat :
Allaahu akbar kabiiraa......(Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya)
walhamdu lillaahi katsiiraa......(segala puji bagi-Nya)
wasubhaanallaahi......(dan Maha Suci Allah)
bukrataw wa ashiilaa......(sepanjang pagi dan sore)
Innii wajjahtu......(Kuhadapkan muka)
wajhiya......(hatiku)
lilladzii......(kepada Dzat)
fatharassamaawaati......(yang menciptakan langit)
wal ardha......(dan bumi)
haniifam......(dengan keadaan lurus)
muslimaw......(dan memberi keselamatan)
wa maa ana minal musyrikiin......(dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin)
Inna shalaatii......(Sesungguhnya shalatku)
wa nusukii......(ibadatku)
wa mahyaaya......(hidupku)
wa mamaatii......(dan matiku)
lillaahi rabbil’aalamiin......(semata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam)
Laa syariikalahu......(Tidak ada sekutu bagi-Nya)
wa bi dzaalika umirtu......(dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya)
wa ana minal muslimiin......(Dan aku dari golongan orang muslimin)

Do'a Rukuk:
“Subhaana Rabbiyal ‘Adhiimii wa bi hamdih”

Do'a Rukuk Serta Arti/tejemahan secara keseluruhan do'a :
“Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung dan dengan puji-Nya”.

Do'a Rukuk Serta Arti/tejemahan secara perkata/kalimat :
Subhaana Rabbiyal......(Maha Suci Rabb-ku)
‘Adhiimii......(Yang Maha Agung)
wa bi hamdih......(dan dengan puji-Nya)

Do'a I'tidal :
“Sami’allahu liman hamidah Rabbanaa lakal hamdu mil ‘us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil ‘u maa syi’ta min syai’in ba’du”

Do'a I'tidal Serta Arti/tejemahan secara keseluruhan do'a :
“Allah sungguh mendengar para pemuji-Nya, Ya Allah Tuhan kami ! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu”

Do'a I'tidal Serta Arti/tejemahan secara perkata/kalimat :
Sami’allahu liman hamidah......(Allah sungguh mendengar para pemuji-Nya)
Rabbanaa lakal hamdu......(Ya Allah Tuhan kami ! Bagi-Mu segala puji)
mil ‘us samaawaati......(sepenuh langit)
wa mil ul ardhi......(dan bumi)
wa mil ‘u maa syi’ta......(dan sepenuh barang yang Kau kehendaki)
min syai’in ba’du......(sesudah itu)

Do'a Sujud :
“Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih”

Do'a Sujud Serta Arti/tejemahan secara keseluruhan do'a :
“Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Luhur dan dengan puji-Nya”

Do'a Sujud Serta Arti/tejemahan secara perkata/kalimat :
Subhana rabbiyal......(Maha Suci Rabb-ku)
a’la......(Yang Maha Luhur)
wa bihamdih......(dan dengan puji-Nya)

Do'a Diantara Dua Sujud :
“Robighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii, wa’fu ‘annii”

Do'a Diantara Dua Sujud Serta Arti/tejemahan secara keseluruhan do'a :
“Ya Allah, Ampunilah aku, Belas kasihanilah aku, Cukupkanlah segala kekuranganku, Angkatlah derajatku, Berilah rezeki kepadaku, Berilah petunjuk kepadaku, Berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku”

Do'a Diantara Dua Sujud Serta Arti/tejemahan secara perkata/kalimat :
Robighfirlii ……… ( Ya Allah, Ampunilah aku…)
warhamnii……… ( Belas kasihanilah aku … )
wajburnii ……… ( Cukupkanlah segala kekuranganku …)
warfa’nii………( Angkatlah derajatku … )
warzuqnii ……… ( Berilah rezeki kepadaku … )
wahdinii…………( Berilah petunjuk kepadaku … )
wa’aafinii ……… ( Berilah kesehatan kepadaku … )
wa’fu ‘annii………( dan berilah ampunan kepadaku … )

Do'a Tahiyat :
“At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatulillaah, Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiina, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah, Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad Wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, Kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahim, Wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad, Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim, Fil ‘aaalamiina innaka hamiidum majiid”

Do'a Tahiyat Serta Arti/tejemahan secara keseluruhan do'a :
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah, Segala keselamatan tetap untuk engkau, hani Nabi, dan demikian juga rahmat Allah dan berkahNya, Mudah – mudahan keselamatan tetap untuk kami sekalian dan untuk para hamba Allah yang shalih-shalih, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, , Ya Allah, Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah, Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha Mulia”

Do'a Tahiyat Serta Arti/tejemahan secara perkata/kalimat :
At tahiyyaatul......(Segala kehormatan)
mubaarakaatush......(keberkahan)
shalawaatuth......(kebahagiaan)
thayyibaatulillaah......(dan kebaikan bagi Allah)
Assalaamu ‘alaika......(Segala keselamatan)
ayyuhan  nabiyyu......(tetap untuk engkau, hani Nabi)
warahmatullaahi wabarakaatuh......(dan demikian juga rahmat Allah dan berkahNya)
Assalamu ‘alainaa......(Mudah – mudahan keselamatan tetap untuk kami sekalian)
wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiina......(dan untuk para hamba Allah yang shalih-shalih)
Asyhadu an laa ilaaha illallaah......(Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)
wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah......(Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah)
Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad......(Ya Allah, Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad)
Wa ‘alaa aali sayyidinaa  Muhammad......( Ya Allah, Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad)
Kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim......(Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim)
wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahim......(dan keluarganya[keluarga nabi ibrahim])
Wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad......(Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad)
wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad......(beserta para keluarganya[keluarga nabi muhammad.saw])
Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim......(Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim)
wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim......( dan keluarganya[keluarga nabi ibrahim])
Fil ‘aaalamiina......(Di seluruh alam semesta)
innaka hamiidum majiid......(Engkaulah yang terpuji dan Maha Mulia)

Do'a Salam :
Dari 'Alqomah bin Wa-il, dari bapaknya, ia berkata: Aku shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka beliau membaca salam ke sebelah kanan (menoleh ke kanan): "As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh." Dan kesebelah kiri: "As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)