Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Sunday, September 22, 2013

Menghargai Penghargaan


Ialah ia seorang Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan sekaligus, ya! Presiden dari Republik Indonesia. Ialah ia Presiden pertama pilihan langsung rakyatnya dan akan pertama kali menjadi Presiden yang pensiun sesuai masa tugasnya pertama kali di Indonesia pada 2014 nanti (karena semua Presiden Indonesia tidak ada yang genap menyelesaikan masa tugasnya). Selama hampir 9 tahun menjabat sebagai Presiden RI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mendapatkan setidaknya delapan gelar Doktor Honoris Causa (DR HC). 

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, honoris causa adalah gelar yang diberikan kepada seseorang oleh perguruan tinggi sebagai penghormatan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam bidang ilmu atau dalam bidang kemasyarakatan. Gelar dari perguruan tinggi itu diberikan atas peran Presiden SBY di berbagai bidang, mulai dari pertanian, ekonomi, hukum, hingga politik seperti yang dapat dibaca dibawah ini;

1. 2005, bidang hukum, Universitas Webster, Inggris
2. 2005, bidang politik, Universitas Thammasat, Thailand
3. 21 September 2006, bidang pembangunan pertanian berkelanjutan, Universitas Andalas, Padang, Indonesia
4. 27 November 2006, bidang pemerintahan dan Media, Universitas Keio, Jepang. 
5. 23 Maret 2013, bidang ekonomi, Universitas Tsinghua, Beijing, China
6. 19 Desember 2012, bidang perdamaian, Universiti Utara Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia
7. 22 April 2013, bidang kepemimpinan dan pelayanan publik, Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University, Singapura
8. 19 September 2013, bidang perdamaian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia

Belum lagi rencana Pemeberian DR HC serupa dari Yordania dan ITB, Bandung, Indonesia. Disamping itu, ternyata pemimpin kita yang satu ini memang sudah cakap dan cerdas sejak muda, terbukti dengan penghargaan lembaga-lembaga non-akademis lain yang telah memberi penghargaan kepadanya berikut ini;

Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
Satya Lencana Seroja, 1976
Honor Graduate IOAC, USA, 1983
Satya Lencana Dwija Sista, 1985
Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
Dosen Terbaik Seskoad, 1989
Satya Lencana Santi Dharma, 1996
Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
Wing Penerbang TNI-AU, 1998
Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
Bintang Dharma, 1999
Bintang Maha Putera Utama, 1999
Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
Bintang Asia (Star of Asia), oleh BusinessWeek, 2005
Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama, oleh Sultan Brunei, 2006
Darjah Utama Seri Mahkota, oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin, 2008
100 tokoh Berpengaruh Dunia 2009 kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME. oleh TIME, 2009
Knight Grand Cross in the Order of the Bath, oleh Ratu Elizabeth II, 2012 
World Statesman Award, oleh Appeal of Conscience Foundation, 2013

Namun ternyata SBY bukanlah satu-satunya pemimpin Indonesia yang juga menjadi tokoh dunia, ialah ia yang menjadi proklamator negara Republik Indonesia, ialah ia yang juga menjadi Presiden pertama untuk Indonesia, ya! Ir. Soekarno, ternyata ia mengantongi 26 gelar DR HC, berikut daftarnya;

1. 30 Januari 1951, Ilmu Hukum, Far Eastern University, Manila, Filipina
2. 19 September 1951, Ilmu Hukum, Univ. Gadjah Mada, Indonesia
3. 24 Mei 1956, Ilmu Hukum, Columbia University, Amerika Serikat
4. 27 Mei 1956, Ilmu Hukum, Michigan University, Amerika Serikat
5. 8 Juni 1956, Ilmu Hukum, McGill University, Kanada
6. 23 Juni 1956, Ilmu Teknik, Berlin University, Jerman Barat
7. 11 September 1956, Ilmu Hukum, Lomonasov University, Moskow, USSR
8. 13 September 1956, Ilmu Hukum, Beograd University, Belgrado, Yugoslavia
9. 23 September 1959, Ilmu HUkum, Kariova University, Praha, Cekoslowakia
10. 27 April 1959, Ilmu Hukum, Istanbul University, Turki
11. 30 April 1959, Ilmu Hukum, Warsaw University, Polandia
12. 20 Mei 1959, Ilmu Hukum, Brasil University, Ro de Jeneiro, Brasil
13. 11 April 1960, Ilmu Politik, Sofia University, Sofia, Bulgaria
14. 12 April 1960, Ilmu Politik, Bucharest University, Rumania
15. 17 April 1960, Doctor of Engineering, Budapest University, Polandia
16. 24 April 1960, Ilmu Filsafat, Al Azhar University, Kairo, Mesir
17. 5 Mei 1960, Ilmu Sosial dan Politik, La-Paz university, Bolivia
18. 13 September 1962, Ilmu Teknik, ITB, Indonesia
19. 2 Februari 1963, Ilmu Kemasyarakatan, UI, Indonesia
20. 29 April 1963, Hukum Politik dan HI, Unhas, Indonesia
21. 14 Januari 1964, Ilmu Hukum dan Politik, Royal Khmer University, Phnompenh, Kamboja
22. 2 Agustus 1964, Ilmu Hukum, University of the Philippines, Manila, Filipina
23. 3 November 1964, Ilmu Politik, Pyongyang University, Korea Utara
24. 2 Desember 1964, Ilmu Ushuluddin, IAIN Jakarta, Indonesia
25. 23 Desember 1964, Ilmu Sejarah, Unpad, Indonesia
26. 3 Agustus 1965, Filsafat Ilmu Tauhid, Universitas Muhammadiyah, Jakarta, Indonesia

Saya tidak menutup sebelam mata dalam melihat penghargaan demikian, terlepas dari apa motivasi lembaga-lembaga tersebut menyematkan gelar DR HC kepada pemimpin kita, terlepas dari masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terlepas dari ada atau tidak dampaknya kepada masyarakat Indonesia, menurut saya semua penghargaan itu harus kita hargai kembali, setidaknya ada waktu yang dibuang oleh lembaga tersebut untuk benar-benar mempelajari siapa tokoh yang akan diberikan gelar DR HC tersebut, apalagi datangnya dari lingkungan akademis yang semua keputusannya melalui kaidah-kaidah akademis.

Alangkah bijaksananya kita sebagai rakyat turut bangga terhadap "Putra-putra Bangsa Indonesia" tersebut yang dapat ikut menjadi tokoh-tokoh yang disorot dunia karena andil dan perannya. Saya juga baca masih banyak yang menyela atas berbagai penghargaan tersebut kepada SBY, tapi jangan lupa Ir. Soekarno saat itu juga banyak menerima aksi protes, Semua pemimpin pasti memiliki kelemahan dibalik segala keberhasilannya, mengutip pepatah "Tidak Ada Gading yang Tak Retak". Saya hanya bisa berharap kita dapat belajar banyak kebaikan dari kedua pemimpin tersebut. 

Salam Indonesia..!!

Pustaka :


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 comments:

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)