Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Monday, November 4, 2013

Inalum, BUMN ke-141


PT Istaka Karya (Persero) yang pailit pada 2011 lalu telah menggenapkan jumlah BUMN dari 141 menjadi 140. Tepatnya pada 22 Maret 2011 lalu, MA mengabulkan kasasi yang dilayangkan PT JAIC Indonesia tersebut dalam perkara permohonan pailit. Keputusan pailit ini bermula dari utang dalam bentuk commercial paper (CP) Istaka kepada PT Japan Investment Indonesia Company (JAIC Indonesia) sekitar 7,645 juta dolar AS. Utang CP atas unjuk tersebut diterbitkan pada Desember 1998, dan jatuh tempo 1 Januari 1999.


Suasana di Inalum (Sumber: www.setkab.go.id

Namun per 1 November 2013 kemarin, daftar BUMN kita bertambah 1 lagi yaitu PT Indonesia Asahan Alumunium atau yang biasa disingkat Inalum. Inalum disebut-sebut sebagai perusahaan peleburan aluminium terbesar di Asia Tenggara ini, karena mempunyai fasilitas lengkap dan siap dikembangkan. Selain itu, pabrik tersebut mampu memberikan nilai tambah yang signifikan, dari alumina seharga US$350 per ton menjadi US$2.500 per ton untuk aluminium ingot.


Berikut ini kultwit yang sempat saya publish melalui twitter @tbarya pada 5 November 2013 dini hari dengan hashtag #INALUM.

Mau apresiasi Pemerintahan @SBYudhoyono bersama Kabinet Indonesia Bersatu II yg sukses membawa #INALUM menjadi milik negara per 1 Nov, utuh.

PT Indonesia Asahan Alumunium atau #INALUM ialah perusahaan patungan RI - Jepang (7 Juli 1975) kepemilikan RI 41,13% Jepang menguasai 58,87%

58,87% itu dikelola Konsorsium Nippon Asahan Alumunium anggotanya pemerintah Jepang 50% Sisanya 12 perusahaan swasta Jepang #INALUM

Menurut perjanjian, kontrak kerja sama pengelolaan #INALUM berakhir pada 31 Oktober 2013 jeng.. jeng..

PT #INALUM sendiri memproduksi aluminium primer dengan kapasitas produksi 250rb ton/th dan akan meningkatkan kapasitas hingga 600rb ton/th

hingga 2030 diharapkan #INALUM bisa berproduksi  hingga 1,415 juta ton per tahun (dengan pangsa pasar dalam negeri 1,9 juta ton per tahun)

Tidak hanya memiliki 3 Pabrik produksi (pabrik carbon plant, reduction plant, dan casting plant.), #INALUM juga memiliki 2 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

 Lokasi Inalum (Sumber: www.inalum.co.id)

#INALUM punya PLTA Sigura-gura (286 MW) dan PLTA Tangga (317 MW), TOTAL 600MW, bandingkan PLTA Jatiluhur (hanya 175 MW)

Kenapa #INALUM memiliki pembangkit sendiri?
karena proses utama pake listrik  jumlah besar di "Reduction Plant"
2Al2O3 + 3C -> 4Al + 3 CO2


Flow Proses Produksi di Inalum (Sumber: www.inalum.co.id)

pembangkit #INALUM diperlukan utk jaga suplai listrik dan memperoleh listrik murah (Rp 300 per kWh) jika beli dari PLN (Rp 1.000 per kWh)

metode pengalihan #INALUM menggunakan metode transfer saham (share transfer), dgn cara ini pemerintah hanya mengubahnya menjadi BUMN

Dari mana dana transfer saham itu? Komisi XI DPR RI menyetujui Rp 7 T untuk membayar 58,87% saham #INALUM pihak Jepang.

Rp 7 T untuk #INALUM dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari APBN-P 2012  Rp2 T + APBN-P 2013 Rp5 T, beuuh repot yeee~

Jepang memang ngotot minta perpanjangan #INALUM. Baru kali ini kontrak kerja sama jangka panjang dgn perusahaan asing tidak diperpanjang.

Coba perpanjangan Freeport trjadi skr (bukan 2001-an), mungkin bs dperjuangin jd punya kita juga :D
skr sabar aja ampe kontrak selesai 2021.

Freeport sih pengennya bercokol sampe 2041 sampe tembaga dan emasnya habis (pada 2059), sadis euy. #INALUM selesai. maaf nyampah. selamat malam semua :D

"Setelah ini BUMN membangun pabrik bahan baku aluminium di Mempawah, Kalbar. Dengan demikian, kelak Inalum tidak harus beli bahan baku dari Australia." Ujar Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan


Ditulis 5 November 2013.

Salam! Untuk Indonesia!

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 comments:

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)