Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Friday, December 26, 2014

Doa ku

Ya Allah,

Dekatkan hamba pada agamaMu, ingatkan terus hamba akan kematian dan hari pertanggungjawaban yang maha berat itu.

Berilah hidayah (petunjuk) untuk mempertebal Iman dan Aqidah (keteguhan) Islamku.

Berilah pula taufik (pertolongan) dalam bertaqwa (menjalankan perintah Allah) dan beramal shaleh.

Tuntunlah hamba dalam meraih Akhlak (budipekerti) yang mulia.

Hidupkanlah hamba dalam Syari'ah, kuatkanlah semua niatku hanya karenaMu dan Rahmatilah semua perjuangan duniaku.

Amin ya Allah.


Di Mesir, Tanggal 26 Desember 2014

Tubagus Aryandi Gunawan

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Monday, November 17, 2014

Kebijakan Jokowi Terhadap Harga BBM

Harga "seharusnya" Premium : Rp. 10.000
Harga jual premium di Indonesia : Rp. 6.500
Harga jual bensin di Jerman : Rp. 27.000

Kalau Rakyat Indonesia dibantu subsidi Pemerintahnya 35% setiap pembelian 1 liter bbm, supaya Rakyat senang dan bisa hidup nyaman dengan mobil pribadi.

Kalau Rakyat Jerman justru dibebani pajak Pemerintahnya lebih dari 100% setiap pembelian 1 liter bbm, supaya Rakyat lebih memilih transportasi publik dan bijak dalam menggunakan energi.

Subsidi bbm memang pantas diberikan pada masa Pemerintahan Soeharto kepada Rakyat, saat produksi minyak Indonesia surplus dari konsumsi domestik. Namun bagaimana sekarang? setelah lebih dari 10 tahun kita tak kunjung menemukan cadangan minyak baru, alhasil penggenjotan produksi dari lapangan minyak tua terus menurun. Per hari ini kita telah impor lebih dari 400.000 barel, kita udah importir bro, bukan lagi eksportir sejak 2003, dan telah keluar dari keanggotaan OPEC pada 2008.


kalau ada yang bilang "Indonesia kaya minyak bro!"
Sebetulnya cadangan terbukti untuk Minyak Bumi Indonesia tidak sampai 5% dari cadangan dunia, beda dengan negara-negara Arab dan Venezuela yang memiliki cadangan >15%. Lebih tepatnya, Indonesia itu kaya GAS ALAM dan BATU BARA, bukan minyak bumi.

Pada 2012, total bantuan pemerintah "membelikan" rakyatnya bensin tembus 211,9 T. Belum lagi harus membantu rakyatnya bisa "merasakan listrik", subsidi pemerintah untuk listrik sampai 94,6 T. Jadi berapa tuh total subsidi Pemerintah untuk rakyat nya? 306,5 triliun pada tahun 2012 saja, dari total isi dompet negara (APBN) yang di kisaran 1000 T.

Mengutip kata Tifatul, "306,5 triliun itu kalo untuk pembangunan bisa jd 10.000 km rel kereta baru, 50.000 km tol baru dan 15 jalur MRT". Besaran subsidi yang mencapai 300 T (Subsidi listrik + Subsidi BBM) jika dikalikan 5 tahun mencapai 1500 T, bijak kah kita dana sebesar itu hanya habis di knalpot mobil dan lampu rumah?

Mengutip kata JK, "saat ini biaya subsidi yang dibayarkan negara sudah menggunakan hutang (dari luar negeri)". Saat ini subsidi premium oleh Pemerintah hanya 15% untuk setiap liternya (Rp 8.500 harga jualnya + Rp 1.500 dikasih negara). Semoga relokasi anggaran subsidi BBM oleh Presiden Jokowi ini benar-benar untuk pos pembangunan infrastruktur.

Hiduplah Indonesia Raya!


di Hurghada- Mesir, tanggal 17 November 2014

oleh Tubagus Aryandi Gunawan


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Saturday, November 1, 2014

The New President of Republic of Indonesia 2014-2019

Congratulation for HE President Joko Widodo,
The New President of Republic of Indonesia 2014-2019


Semakin bangga atas transformasi Indonesia menuju negara demokratis ke-3 terbesar di dunia dan bangga manatap peluang kemajuan ekonomi Indonesia kedepan. Pada 2012 Indonesia berada di urutan ke-16 (G20) sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, dan pada Mei 2014, World Bank melaporkan posisi Indonesia kini berada di urutan ke-10, lompatan tersebut lebih cepat dari perkiraan para analis sebelumnya yang menyebutkan Indonesia akan berada di posisi ke-9 pada 2050.


Thank you very much for Susilo Bambang Yudhoyono 
you made a great foundation for the next government


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Monday, July 14, 2014

Memugar Gerbang Utama Indonesia


Soekarno Hatta International Airport (SHIA) yang merupakan gerbang masuk utama menuju jantung ibukota negara, kini kondisinya sungguh jauh dari nyaman. Apalagi jika dibandingkan dengan Sumatera yang punya Kualanamu International Airport, Kalimantan yang punya Sepinggan International Airport dan Bali yang punya The New Ngurah Rai International Airport yang ketiganya sungguh modern dan nyaman bagi penumpang.

Saat ini proyek senilai Rp 4,7 triliun sedang bergulir di Cengkareng, Proyek renovasi Terminal 1 dan 2, serta mega proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate. Untuk membayangkan luasnya Terminal 3 Ultimate ini, saya Mengutip kata-kata Dahlan Iskan, "jumlahkan (dari) luas terminal 1, terminal 2, dan terminal 3 existing (yang sekarang ada), masih akan kalah luas dengan satu terminal 3 yang baru nanti". Tidak terbayang besarnya mahakarya putra-putri bangsa itu saat nanti selesai sepenuhnya pada Juli 2015.




Sekedar Informasi tambahan, saat ini SHIA melayani tidak kurang dari 62,1 juta penumpang setiap tahunnya. Menjadikannya bandara tersibuk ke-8 di dunia (berdasarkan Airport World 2013).

1. Bandara Atlanta-Hartsfield Jackson (94,4 juta penumpang)
2. Bandara Beijing (87,7 juta penumpang)
3. Bandara London Heathrow (72,3 juta penumpang)
4. Bandara Tokyo Haneda (69,0 juta penumpang)
5. Bandara Chicago O'Hare (66,9 juta penumpang)
6. Bandara Los Angeles International (66,6 juta penumpang)
7. Bandara Dubai International (66,4 juta penumpang)
8. Bandara Soekarno-Hatta (62,1 juta penumpang)
9. Bandara Paris Charles de Gaulle (62 juta penumpang)
10. Bandara Dallas/Forth Wort (60,4 juta penumpang)

Atau bandara tersibuk ke-4 di Asia Pasifik setelah Beijing Capital International Airport, Haneda International Airport di Tokyo dan Dubai International Airport.

Selain ketidaknyamanan SHIA karena membludaknya jumlah penumpang setiap tahun, ditambah dengan adanya proyek renovasi terminal, dan proyek pembangunan rel kereta bandara, ternyata tahun ini SHIA masih dinobatkan sebagai bandara terbaik ke-60 di dunia (berdasarkan Best Airport 2014 versi Sky Trax).



Berikut ini buat yang ingin tahu rencana pembangunan Jalur Kereta Api JABODETABEK (diambil dari situs http://dephub.go.id/)





Bengkulu, 15 Juli 2014

Tubagus Aryandi Gunawan

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Monday, July 7, 2014

Sistem Bernegara Terbaru Negaramu



Dari buku "Selalu Ada Pilihan" setebal 824 halaman yang baru selesai saya baca, SBY menuliskan "resume-nya" dalam menjalani pemerintahan selama 9 tahun dengan semua aturan (Undang-undang) baru produk Reformasi, seperti UU yang mengatur Jabatan maksimal 2 periode, UU yang memenggal kewenangan Presiden, mau bikin UU baru kini harus dengan persetujuan DPR RI, mau angkat Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Hakim Agung aja harus persetujuan DPR RI, mau bikin APBN harus persetujuan DPR RI, sampai-sampai mau menyatakan PERANG ke negara lain dan menyatakan DAMAI juga harus persetujuan DPR RI. Lahirnya lembaga-lembaga pengawas baru seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Yudisial (KY). SBY bahkan sampai menyebutkan saat ini Indonesia bukan lagi menganut Sistem Pemerintahan PRESIDENSIAL, tapi Sistem Pemerintahan SEMI-PARLEMENTER. Oleh sebab inilah SBY selalu dianggap lamban, karena memang sistemnya sekarang sangat sulit bukan main untuk dapat bertindak sendiri (Seperti era Soekarno dan Soeharto). Jika tetap ada Presiden yang berlagak otoriter dengan mengeluarkan Dekrit untuk membubarkan saja DPR RI, alamat bisa berakhir seperti Gusdur. Jadi menurut saya, ketakutan akan munculnya kembali Zaman Otoritarian (Sebutan SBY dalam bukunya untuk menjelaskan Era Orde Baru) adalah sangat amat sulit.

Dengan uraian panjang diatas, peran DPR RI menjadi sangat sangar dan berkuasa menjegal segala keinginan Presiden RI. Menurut pandangan saya, walau pun Presiden RI adalah pilihan rakyat langsung bukan oleh MPR RI (DPR RI + DPD RI), tetap saja sang Presiden membutuhkan dukungan suara Anggota DPR RI.

Ada logika sederhana yang ingin saya sampaikan pada sistem Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) yang Indonesia jalankan saat ini, boleh setuju ataupun tidak. Logika sederhana tentang bagimana interaksi yang kita pilih di Pileg (DPR RI) kemaren dan Pilpres (Presiden RI) esok,

Kalau saya pilih Partai A dan Partai A ada di kelompok Koalisi No 1 beserta partai B,C, dan D, lalu ternyata saya pilih Presiden yang diusung Koalisi No 2 oleh Partai E,F,G, H,


Hal ini jadi ganjil ketika Presiden yang menang adalah Koalisi No 2, dan Koalisi No 1 otomatis jadi oposisi yang tugas utamanya adalah untuk mengawasi Pemerintah, tapi kenyataannya bisa banyak menjegal program-program pemerintah usulan Presiden RI, tidak setuju pengangkatan Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Hakim Agung usulan presiden ke DPR, mempersulit lolosnya UU baru usulan Presiden RI ke DPR RI, mempersulit R-APBN usulan Pemerintah RI ke DPR RI yang semuanya kini harus disetujui oleh DPR RI. Hal ini semakin mungkin terjadi jika Koalisi Presiden RI terpilih kecil jumlah anggota di DPR RI (minoritas). 

Kesimpulan yang saya maksud dari analogi sederhana diatas,
"Jika kita pilih Presiden RI yang "bersebrangan koalisinya" dengan partai yang sudah kita pilih, sama saja kita menempatkan Anggota DPR RI yang akan menyulitkan kinerja Presiden RI pilihan kita." Lucu kan.

Sedikit juga saya ingin bercerita tentang perjalanan Demokrasi Indonesia yang sudah on the right track, banyak sekali negara yang iri dengan "mulusnya" transformasi Indonesia. (Terutama timur tengah, dan ASEAN)

Untuk mengingatkan kita semua, bahwa sejak Indonesia merdeka, kita belum pernah punya Presiden RI yang "turun sesuai masa jabatannya", Soekarno berkuasa 22 tahun dijatuhkan 1966, Soeharto berkuasa 32 tahun dijatuhkan 1998, Habibie berkuasa 1,5 tahun (melanjutkan), Gusdur berkuasa 2 tahun dijatuhkan 2001, Megawati berkuasa 3 tahun (melanjutkan) semua seperti  menjadikan Indonesia sebagai mainan.

Baru era 10 tahun pemerintahan SBY kali ini, tatanan jalannya Pemerintahan Demokrasi khas negara maju dijalannkan, ia bukan saja menjadi Presiden RI pertama pilihan langsung Rakyat Indonesia pada 2004, namun juga Presiden RI pertama yang akan turun "sesuai masa jabatannya" pada 2014. Nanti pada tanggal 20 Oktober 2014, akan ada tradisi baru seperti upacara "red carpet" oleh TNI dan Polri menyambut Presiden  RI terpilih di Istana Merdeka. Baru kali ini terjadi "estafet kepemimpinan" yang baik, tidak seperti Soekarno - Soeharto yang bermusuhan, Soeharto - Habibie yang dingin, Megawati - SBY yang super beku, jangan kan untuk ada "Sertijab". Padahal di kementerian/ dinas saja ada "Serah terima jabatan" yang baik antara Pejabat lama dan Pejabat baru. Sekedar untuk berbagi pengalaman, memberi tahu apa tantangan kedepan, apa yang belum selesai, bahkan bisa menjadi ajang untuk memberi masukan dan saran.

Saya bangga banget sama Demokrasi Indonesia, Rakyat Amerika saja belum memilih langsung Presiden mereka.

Pilpres kali ini juga meningkatkan political knowledge & mengembalikan awareness rakyat atas posisi indonesia terkini di segala bidang.

Semoga Demokrasi Indonesia makin maju.


Jakarta, 7 Juli 2014

Oleh Tubagus Aryandi Gunawan

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Masa sih?

Masa dia mau menyelamatkan nyawa 24 orang peneliti Lorentz dari 26 orang (banyak bule) yang disandera OPM tahun 1996, tapi mau membunuh rakyat sendiri (aktivis) pada tahun 1998?

Masa dulu jaman Megawati jadi Capres dan Prabowo Cawapres pada tahun 2009 isu pelanggaran HAM tidak dihembuskan, tapi sekarang dihembuskan bukan main?

Masa mantan aktivis 1998 yang dulu getol meruntuhkan Orde Baru bahkan jadi korban penculikan seperti Desmond Junaidi Mahesa, Aan Rusdianto, Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang, tapi sekarang menjadi kader dan elit di Partai Gerindra?

Masa salah satu anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yaitu SBY yang dulu ikut menandatangani Surat Pemberhentian Prabowo pada 1998, saat ini mendukung Prabowo menjadi Presiden selanjutnya?

Udah gak jaman ngomongin Prabowo tersangkut pelanggaran HAM, basi.

Saya pilih yang Internasionalis, yang mau aktif menjaga perdamaian kawasan, yang tau juga Lokasi dan Permasalahan Laut Cina Selatan (di utara Natuna, Kepulauan Riau) yang sedang tegang antara Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei (ASEAN) menghadapi tekanan kapal-kapal perang Cina di Laut Cina Selatan.

Saya pilih yang berkali-kali menekannya pentingnya "Energi Terbarukan" dan "Sustainable Energy" serta menjanjikan Dana Penelitian tambahan hingga Rp 10 Triliun (dari saat ini 0,1% PDB, sebagai perbandingan Singapura 2,6% dari PDB, Jepang 3,4% dari PDB, dan Korea Selatan 3,6% dari PDB).

Belum lagi ilfeel liat rekam jejak Partai Banteng, dalam perjanjian Batu Tulis antara PDIP - Gerindra di 2009, pada 5 tahun mendatang (2014) PDIP berjanji akan mendukung Prabowo. Faktanya PDIP mengangkat seorang Jokowi jadi Capres, padahal baru kurang dari 2 tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mencederai makna sebuah perjanjian antar partai dan amanah jutaan rakyat jakarta yang sudah memilih dia menjadi Gubernur untuk 5 tahun, menunggu 2019 akan lebih bijaksana.

Dibawah ini adalah OPERASI MAPENDUMA oleh JOKOWI TV (METRO TV - red) pada 2012 lalu pas masih objektif.

Jakarta, 6 Juli 2014

Oleh Tubagus Aryandi Gunawan


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jokowiku. Jokowimu.


Oleh :

Pendukung Gubernur DKI Jakarta sampai 2017 & Presiden RI mulai 2019

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Thursday, June 19, 2014

Koalisi Merah Putih VS Koalisi Indonesia Hebat




Koalisi Merah Putih VS Koalisi Gotong Royong
Menimbang Empat Putra Terbaik bangsa.


Hari-hari menuju Pemilihan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 9 Juli 2014 semakin hangat. Koalisi Merah Putih besutan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa bertarung sengit melawan Koalisi Indonesia Hebat Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sebelum lebih jauh membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing Calon Presiden yang terhormat itu, saya tertarik untuk membahas sedikit fenomena Media Nasional kita belakangan ini. Masing-masing koalisi tersebut ternyata memiliki becking-an Media besar tersendiri, Koalisi Merah Putih yang didukung Abrurizal Bakrie dan Hari Tanoe secara otomatis memberikan keberpihakan pemberitaan Koalisi Merah Putih daripada Koalisi Indonesia Hebat, Sedangkan Koalisi Indonesia Hebat sendiri didukung penuh kekuatan media milik Surya Paloh dan Dahlan Iskan. Berikut kira-kira peta persebaran Kekuatan Media yang dikuasai pemain politik tertentu.

Koalisi Merah Putih
Milik Keluarga Bakrie : TV ONE , ANTV
Milik Keluarga Hari Tanoe : RCTI, MNC TV, GLOBAL TV, Jaringan Radio Tridaya di daerah, Koran Sindo

Koalisi Indonesia Hebat
Milik Keluarga Surya Paloh : Metro TV, Koran Media Indonesia
Milik Keluarga Dahlan Iskan : Koran Jawa Pos Group, TV lokal milik Jawa Pos

Kalau dulu zaman Orde Baru kita malas nonton TVRI karena semua beritanya adalah yang baik-baik saja (tidak berimbang), kini nampaknya berbalik kembali, TVRI dianggap mampu menyajikan pemberitaan yang berimbang, tidak berpihak kepada salah satu pasang Calon Presiden. Bagaimana pun juga, Media adalah instrumen penting tegaknya Demokrasi, karena mereka mampu “menggiring opini publik”. Seperti halnya Amerika, media disana juga secara terang dan lugas memposisikan mereka mendukung Partai Republik atau Partai Demokrat. Jadi, kita sendiri yang harusnya dapat memanfaatkan “sikap kritis yang timpang” pada media tersebut, kita juga perlu mengetahui kekurangan jagoan Calon Presiden kita dari media lawan politiknya, lalu biar kita sendiri yang menyimpulkanya secara objektif, bukan subjektif dari salah satu media pendukungnya.

Kembali ke judul tulisan ini, sejak hasil survei pemilu legislatif banyak dikeluarkan lembaga survei, partai-partai mulai saling merapatkan barisan, melalui lobby-lobby politik sana sini, hingga akhir hasil real count (perhitungan resmi) ditetapkan KPU, barulah peta kekuatan politik indonesia 2014 sampai 2019 mendatang menjadi jelas, kekuatan itu hanya terbagi atas dua kekuatan yaitu;

Koalisi Merah Putih oleh Gerindra, PAN, PPP, PKS, Golkar, PBB dan kader Demokrat.

Koalisi Indonesia Hebat oleh PDIP , NasDem, PKB, Hanura dan PKPI.

Untuk mengingatkan kembali, berikut perhitungan resmi KPU ;
1. Nasdem = 8.402.812 = 6,72%
2. PKB = 11.298.957 = 9,04%
3. PKS = 8.480.204 = 6,79%
4. PDIP = 23.681.471 = 18,95%
5. Golkar = 18.432.312 = 14,75%
6. Gerindra = 14.760.371 = 11,81%
7. Demokrat = 12.728.913 = 10,19%
8. PAN = 9.481.621 = 7,57 %
9. PPP = 8.157.488 = 6,53 %
10. Hanura = 6.579.498 = 5,26%
11. PBB = 1.825.750 = 1,46%
12. PKPI = 1.143.094 = 0,91 %
Tanpa memasukan perhitungan PBB dan PKPI yang kurang dari 3% (tidak lolos Parliamentary Threshold), maka diatas kertas, Koalisi Merah Putih mendapatkan dukungan sekitar 57,64% suara parlemen dan Koalisi Indonesia Hebat didukung oleh 39,97% suara di parlemen.

Saya melakukan riset kecil-kecilan saat melakukan perjalanan darat panjang dari Jakarta sampai Mataram, disana saya banyak melakukan diskusi atau wawancara sederhana dengan rakyat kita, sekedar ingin tahu pandangan dan penilaian mereka terhadap kedua pasang Calon Presiden. Begitu kembali ke Jakarta, saya sempurnakan dengan riset pemberitaan di Media Online, kira-kira berikut resume hasil kajian sederhana saya, semoga dapat membatu teman-teman menemukan orang yang terbaik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Dimulai dari Pasangan Nomor Urut 1 lalu Nomor Urut 2.



PRABOWO SUBIANTO

Kekuatan
  • Latar Belakang pendidikan  : Akademi Militer, Magelang
  • Penialaian Rakyat : Tegas, Berwibawa
  • Lahir dari keluarga terdidik, Ayahnya Prof. Soemitro adalah Menteri Ekonomi yang paling diandalkan Presiden Soeharto, Kakeknya RM Margono Djojohadikusumo adalah salah satu Anggota BPUPKI dan Pendiri Bank BNI.
  • Didukung partai-partai Islam seperti PPP, PKS dan PAN
  • Jenius, IQ yang dipublikasi media adalah 152
  • Lulusan AKABRI terbaik tahun 1974 dan komandan termuda saat mengikuti operasi Tim Nanggala di Timor Timur.
  • Pasukan yang dipimpinnya berhasil menembak Presiden Fretilin, Nicolao Lobato, dalam sebuah operasi khusus di Timor Timur [1976-1978]. Pasukannya pula yang berhasil menyergap Panglima Angkatan Bersenjata Fretilin, Guido Soares, dan anggota Komite Sentral Fretilin, Somotxo, serta Komandan Sektor Fretilin, Koliman.
  • Memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM)
  • Karir Militer yang cemerlang hingga posisi Komandan Jendral Komando Pasukan Khusus.
  • Memiliki pengalaman bergaul di International semasa sekolah di Kuala Lumpur, Zurich, dan London.
  • Pengalaman memimpin Himpunan Kerukunan tani Indonesia (HKTI) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
  • Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
  • Memprakarsai  Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI untuk mencapai Puncak Tertinggi di Dunia Mount Everest tahun 1997.
  • Cakap dalam berpidato, tersetruktur rapih, bagusnya mudah dipahami dan dicerna isinya, buruknya bisa beresiko tidak dipahami rakyat kecil jika menggunakan istilah pendidikan tinggi.
  • Gaya politik tegas dan keras khas perwira lulusan Akademi Militer
  • Ketua dewan pembina Partai Gerindra



Kelemahan
  • Sebagai mantan Danjen Kopassus, ia kerap dikait-kaitkan dengan kasus penculikan aktivis 1997-1998
  • Ketika ia menyandang pangkat letnan jenderal, ia terkait soal penugasan Satuan Tugas Mawar atau lebih dikenal sebagai Tim Mawar untuk menculik aktivis prodemokrasi. Perintah itu dikirimkan melalui Kolonel Infanteri Chairawan, yang merupakan Komandan Grup 4, dan Mayor Infanteri Bambang Kristiono.
  • Dewan Kehormatan Perwira juga menyebut Prabowo melampaui kewenangan dengan menjalankan operasi pengendalian stabilitas nasional. Operasi itu dilakukan berulang-ulang di Aceh, Irian Jaya (sekarang Papua), dan pengamanan presiden di Vancouver, Kanada, oleh Kopassus. Prabowo juga dinilai bersalah lantaran kerap bepergian ke luar negeri tanpa izin Kasad atau Panglima ABRI.
  • Pemimpin yang masih berbau Orde Baru (Menantu Mantan Presiden Soeharto)
  • Sempat dilarang masuk Amerika Serikat saat hendak menhadiri wisuda putranya di Boston, terkait isu pelanggaran HAM oleh dirinya.
  • Diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Perwira dari Posisi Danjen Kopassus


Ketakutan Rakyat
  • Kembali melakukan penculikan dan pelanggaran HAM
  • Menutup kasus Pelanggaran HAM 1998
  • Karena FPI mendukung Prabowo, ditakutkan akan semakin menjadi-jadi tindakan anarkisnya
  • Karena dekat dengan Hercules, ditakutkan akan membawa kejayaan bagi preman-preman
  • Koalisi yang gemuk akan membuat Kabinet Pemerintahan berisi wakil masing-masing partai pendukung koalisi, atau istilahnya bagi-bagi kursi menteri
  • Menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional yang banyak ditentang kaum reformis



HATTA RAJASA

Kekuatan
  • Latar Belakang pendidikan  : Sarjana Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung, Bandung
  • Berpengalaman di Birokrasi Pemerintah Pusat
  • Satu-satunya tokoh perwakilan Partai Islam yang berlaga di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden nanti.
  • Sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, ia menciptakan Master Plan Percepatan Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, baru kali ini setelah Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tidak digunakan lagi kita memiliki rencana jangka panjang 15 tahun kedepan dengan 6 koridor ekonomi, koridor sumatera sebagai lumbung pangan, koridor kalimantan sebagai lumbung energi, koridor jawa sebagai basis industri dll.
  • Memperjuangkan berlakunya UU Minerba di awal 2014, dimana perusahaan tambang tidak diizinkan lagi ekspor tambang mentah, melainkan minimum harus berupa barang setengah jadi hasil pengolahan di smelter, termasuk freeport dan newmont dipaksa bangun smelter. "Biarkan kita rugi 30 Triliun saat ini, tapi dua tahun kemudian kita bisa untung 270 Triliun" ujarnya di awal tahun 2014.
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN)
  • Pemikiran-pemikiran ekonominya sering diistilahkan Hattanomics (Menyerupai istilah Reaganomics, dari presiden Amerika Serikat Ronald Reagan)


Kelemahan
  • Kasus tabrakan putranya Rasyid Rajasa yang dianggap publik belum tuntas.
  • Ketika Hatta Rajasa menjadi Menteri Perhubungan (2004-2007), banyak sekali kasus terjadinya kecelakaan pesawat dan kapal laut  di Indonesia. Diantaranya:
  1. Lion Air Penerbangan JT 538, 30 November 2004, tergelincir dibandara Adi Sumarno Solo, menewaskan 26 orang.
  2. Mandala Airline 91, 5 September 2005, di bandara Polonia, menewaskan 101 orang penumpang dan kru, juga 44 penduduk yang ketiban badan pesawat. Jadi total yang wafat 145 orang
  3. KM Digoel, di laut Arafuru, 8 Juli 2005, kapal tenggelam, total korban 184 orang ditemukan tewas dan hilang
  4. KM Senopati Nusantara, 30 Desember 2006, kapal tenggelam di kepulauan Karimun Jawa, Jawa Tengah, korban 411 tewas dan hilang
  5. Garuda GA 200, 7 Maret 2007 di Bandar Udara Adisucipto Jogja, korban mencapai 22 orang tewas
  6. Adam Air Penerbangan 574, jurusan Jakarta-Surabaya-Menado, 1 Januari 2007, seluruh penumpang diperkirakan tewas dan hilang (102 orang)
  • Ketika menjadi Menteri Perhubungan itu, pada tahun 2006 Kementrian Perhubungan juga diterpa kasus korupsi yang sudah ditangani oleh KPK. Yaitu pengadaan gerbong kereta api dari Jepang. Kasus ini merugikan negara Rp 11 Milyar, dan Dirjen kereta api ditahan oleh KPK.



JOKO WIDODO

Kekuatan
  • Latar Belakang pendidikan  : Sarjana Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Penialaian Rakyat : Sederhana, Merakyat
  • Lahir dari keluarga yang sederhana dan bersahaja
  • Berhasil menjalankan Tata Kota yang baik dengan merelokasi pedagang kecil tanpa menimbulkan konflik sedikitpun
  • Pionir penguasaan teknologi mobil melalui mobil esemka
  • Memberi teladan sebagai pemimpin yang sederhana dengan tidak pernah ambil gaji sebagai Walikota Solo
  • Mengutamakan ekonomi kerakyatan dengan di batasinya investor untuk mendirikan Mall-mall dan lebih mementingkan pasar-pasar tradisional
  • Menyediakan berbagai kebutuhan utama untuk rakyat kecil seperti Rusun dan Kampung Deret
  • Menciptakan sistem baru penyaluran dana pendidikan dan kesehatan melalui Kartu Jakarta Sehat dan Pintar
  • Mengimplementasikan sistem reqruitment baru di Jajaran Pemerintahan DKI Jakarta yang disebut Lelang Jabatan
  • Mendorong meningkatnya fungsi pengawasan oleh Pemerintah yang diistilahkan blusukan
  • Meningkatkan upah minimum provinsi DKI Jakarta secara signifikan
  • Normalisasi waduk pluit, ria-rio, tomang barat, rawa bambon dan kali pesanggrahan
  • Fenomena politik inklusif, bisa dekat dengan rakyat, yang merupakan antithesa dari gaya kepemimpinan eksklusif era SBY yang dalam sepuluh tahun terakhir kerap dinilai tegang.
  • Gaya politik impromptu atau menekankan pada spontanitas, bagusnya bisa lebih ekspresif dalam komunikasinya, buruknya sangat beresiko karena jika jawabannya tidak tepat dapat menuai kontroversi
  • Penghargaan sebagai salah satu Walikota Terbaik Dunia


Kelemahan
  • Belum selesai menjalankan amanah rakyat menjadi Gubernur DKI Jakarta 5 tahun (Baru 2 tahun kurang), padahal beliau pernah berjanji "Katanya saya tidak ingin menyelesaikan lima tahun. Diisukan gitu, untuk apa? Itu biar masyarakat ragu. Oleh sebab itu, dalam gerakan ini saya sampaikan, Jokowi dan Basuki komit untuk memperbaiki DKI dalam lima tahun."
  • Dikait-kaitkan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan dan peremajaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB)
  • Dikait-kaitkan dengan masalah pengadaan proyek bis baru Trans Jakarta yang berkarat
  • Proyek Monorail Jakarta kembali berhenti
  • Jokowi tidak pernah menjabat Posisi Penting/ Level Pusat di Partai
  • Masalah kemacetan dan banjir di Jakarta belum terurai.

Ketakutan Rakyat
  • Menjadi Boneka Megawati, minim pengalaman politik nasional secara partai maupun negara
  • Pemerintahan Jokowi akan banyak digoyang oleh mayoritas anggota DPR RI yang dipegang oleh Kolaisi Merah Putih. Tidak kuatnya Jokowi di parlemen, akan menyulitkan ia dalam menerbitkan UU baru, mengesahkan rencana APBN, memilih Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung dan Hakim Agung, yang kesemuanya harus dengan persetujuan mayoritas anggota DPR RI.
  • Kalangan tokoh Islam dan aktivis-aktivis Islam yang ekstrimis menyesali sikap Jokowi yang meninggalkan pemimpin non Islam di Solo dan Jakarta (jika terpilih jadi Presiden)



JUSUF KALLA

Kekuatan
  • Latar Belakang pendidikan  : Sarjana Ekonomi Universitas Hasanuddin, Makassar. Master dari The European Institute of Business Administration, Perancis. Pemegang enam gelar Doktor Honoris Causa
  • Berpengalaman di Birokrasi Pemerintah Pusat
  • Aktif sebagai Ketua PMI
  • Ikut menangani permasalahan Etnis Rohingya langsung ke tempat kejadian.
  • Menciptakan perdamaian di Aceh pada 2005 yang didahului dengan penanganan tsunami Aceh di 2004. Kalla berperan besar dalam negosiasi yang digelar di Helsinki, Finlandia. Ia mengundang tokoh-tokoh Gerakan Aceh Merdeka, antara lain, ke rumah dinasnya.
  • Pengusaha sukses bersama Badan Usaha Keluarga Kalla (BUKAKA)
  • Piawai mengatasi konflik, seperti di Ambon dan poso.
  • Bekerja cepat, ia adalah tipe orang yang memilih “melabrak” aturan asalkan program lekas terlaksana. “Semua peraturan bisa diubah kecuali kitab suci,” katanya pada 2007.
  • Mendorong penghapusan Subsidi BBM dan dialihkan untuk pembangunan infratruktur, “Subsidi BBM saat ini sudah menggunakan dana hutang dari luar negeri” katanya pada 2011.
  • Mantan Ketua Umum Partai Golkar


Kelemahan
  • Saat menjadi Wapres di era Presiden SBY, Jusuf Kalla kerap bertindak sendiri. Bahkan SBY sempat menyindirnya dengan istilah “Adanya Matahari Kembar”.
  • Usianya yang sudah sangat senior, Usia JK saat ini adalah 72 tahun, bandingkan dengan Jokowi yang baru 52 tahun, selisih usia mereka terpaut 20 tahun. Sedangkan Prabowo 62 tahun dan Hatta 60 tahun. Jika selesai masa jabatan pada 2019, maka usia JK telah 77 tahun.
  • Poin berikutnya bersumber dari TEMPO.CO Senin, 19 Mei 2014 dengan judul “Jadi Cawapres, Ini Daftar Kebijakan Kontroversi JK”. Pengadaan Helikopter Bencana (2006), Sebagai Ketua Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi, Kalla memerintahkan pembelian 12 helikopter bekas dari Jerman. Tujuannya melancarkan penanganan pascabencana tsunami di Aceh dan Nias. Helikopter jenis BO 105 itu dibeli lewat PT Air Transport Services, perusahaan yang terafiliasi ke Bukaka, grup usaha milik Kalla. Pada November 2006, 12 helikopter tiba di Indonesia, tapi tak bisa langsung dioperasikan. Bea Cukai menyegelnya karena PT Air Transport Services belum membayar pajak impor Rp 2,1 miliar. Pada 7 Desember 2006, SBY menulis memo buat Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan untuk mencabut segel helikopter tersebut. Memo ini dibuat atas permintaan lisan Kalla. JK menganggap pembelian itu tidak bermasalah. “Tidak ada uang negara yang keluar untuk pembelian heli itu,” kata dia.
  • Pembangunan Proyek Jalan Tol (2007), Kantor Wakil Presiden membuat rancangan peraturan baru tentang jalan tol. Semua ruas jalan tol trans-Jawa yang terbengkalai harus “diselamatkan” dengan cara pengalihan konsesi. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005, penjualan konsesi tak diperbolehkan jika ruas jalan tol belum beroperasi. Draf itu ditolak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri menolak bila proyek tol yang terkatung-katung diteruskan dengan cara merevisi peraturan. Kalla jalan terus dengan memutuskan pengalihan konsesi cukup dengan dasar surat keputusan Menteri Pekerjaan Umum. Maka, salah satu pemegang konsesi, PT Lintas Marga Sedaya, menjual sahamnya ke Expressway Berhad, perusahaan Malaysia. Lintas Marga adalah konsorsium yang antara lain dimiliki oleh PT Bukaka Teknik Utama.
  • Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (2007), Pembangkit listrik berkapasitas total 10 ribu megawatt ini rencananya digerakkan oleh Konsorsium Bangun Listrik Nasional yang terdiri atas PT Bukaka Teknik Utama, PT Bakrie & Brothers, PT Medco Energi, PT Inti Karya Persada Teknik milik Bob Hasan, dan PT Tripatra milik Iman Taufik (pemilik tak langsung PT Bumi Resources). Pembiayaannya akan dikucurkan pemerintah lewat penerbitan surat utang US$ 2,5 miliar per tahun selama tiga tahun. Menurut Kalla, untuk mempercepat proyek, tender perlu diubah menjadi lebih sederhana: hanya melihat performa perusahaan. “Tendernya pun harus crashprogram. Kalau tidak begini, potensi kerugian per hari mencapai lebih dari Rp 100 miliar,” ujar Kalla. Sri Mulyani tak setuju pendanaan proyek ini karena dibiayai dana asing. Kalla punya komentar sendiri, “Presiden dan wakil presidenlah yang akan menanggung risiko, bukan menteri.”
  • Suspensi Saham Bakrie (2008), Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2008 menyetop perdagangan enam emiten dari Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, PT Bakrie & Brothers Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk. Sebelum disuspen, harga saham perusahaan tersebut sedang menukik. Sepuluh hari kemudian BEI mencabut suspensi untuk Bakrie Sumatera, Bakrieland, dan Bakrie Telecom. Pada awal November, bursa juga mencabut suspensi Bumi Resources. Akibatnya, harga saham perseroan kian melorot. Kalla berang dengan pencabutan suspensi itu. Menurut dia pemerintah perlu memperpanjang suspensi saham PT Bumi Resources dengan dalih melindungi pengusaha nasional. “Masak, Bakrie hanya sedikit dibantu satu-dua hari tidak boleh?”


Lalu siapakah yang pantas menjadi Lambang Negara kita selanjutnya menurut anda? selain menjadi Lambang Negara, Kepala negara juga akan menjadi Kepala Pemerintahan. Jika di Negara Sistem Parlementer Kepala Negara biasanya adalah Raja atau Ratu, dan Kepala Pemerintahannya adalah Perdana Menteri, lain halnya di Indonesia yang menganut Sistem Presidensial, dimana Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan adalah satu orang yang sama yaitu, Presiden. Jadi pilihan anda sungguhlah penting.

Melihat kekuatan dan kelemahan masing-masing putra-putra terbaik bangsa diatas, semakin menjelaskan bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna, masing-masing punya kekuatan, masing-masing punya kelemahan. Mungkin benar jika tidak ada yang sama persis idealnya seperti yang kita mau. Tapi tidak memilih itu bukan pilihan, tidak memilih itu lepas tanggung jawab. Pasti ada yang terbaik dari mereka berempat, dan pasti ada yang sedikit mewakili pandangan dan pemikiran anda untuk Indonesia sampai 2019 nanti.

Saya sudah punya penilaian sendiri, dan punya pembelaan atas kelemahan-kelemahan masing-masing dari mereka, mungkin anda juga punya. Saya sangat suka dan mendukung pada keempat putra terbaik bangsa itu, namun saya harus menempatkan pilihan saya pada "Masa Indonesia Saat Ini", siapa yang paling tepat, cocok dan dibutuhkan negara saat ini menurut saya sendiri. Jika pun pilihan saya tidak menang, saya sangat ikhlas, dan mendukung Presiden terpilih, karena memang mereka berempat adalah yang terbaik yang Indonesia miliki saat ini.

Masih Kurang?
Berikut link KebijakanEkonomi Calon Presiden & Wakil Presiden

Jakarta, 20 Juni 2014

Oleh Tubagus Aryandi Gunawan

Sumber Berita :
www.tempo.co
www.kompas.com
www.detik.com
www.kompasiana.com


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Kebijakan Ekonomi Calon Presiden & Wakil Presiden

Kebijakan Ekonomi Prabowo - Hatta

Dikutip dari;
"Ini Dia Visi Kebijakan Ekonomi Prabowo-Hatta"
Hidayat Setiaji - detikfinance
Selasa, 20/05/2014 10:30 WIB

Jakarta -Kemarin, 2 pasang calon presiden-wakil presiden sudah mendeklarasikan diri. Salah satunya adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PPP, PKS, dan PBB.

Pasangan ini telah merilis visi-visi kebijakan ekonomi yang akan dijalankannya. Berikut adalah rangkumannya seperti dikutip detikFinance berdasarkan dokumen berjudul Agenda dan Program Nyata untuk Menyelamatkan Indonesia dari Prabowo-Hatta di Jakarta, Selasa (20/5/2014):
1. Meningkatkan pendapatan per kapita dari Rp 35 juta per tahun menjadi minimal Rp 60 juta per tahun dengan pertumbuhan ekonomi 7% per tahun.
2. Meningkatkan pemerataan dan kualitas pertumbuhan ekonomi. Kesenjangan pendapatan yang diukur dari gini ratio ditargetkan menuju 0,31 dari saat ini 0,41. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga ditingkatkan dari 75 menjadi 85.
3. Meningkatkan daya serap tenaga kerja menuju 2 juta lapangan kerja per tahun melalui perbaikan irigasi dan infrastruktur untuk industri pengolahan yang pada karya dan pembukaan lahan pertanian baru. Kemudian menjadikan BUMN yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian sebagai lokomotif kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.
4. Membangun industri pengolahan untuk menguasai nilai tambah bagi perekonomian nasional yang dilakukan dengan cara reformasi pengelolaan sumber daya alam dan industri, mempercepat pengembangan industri hilir pengolahan sumber daya mineral, melanjutkan renegosiasi kontrak-kontrak pertambangan dan migas yang belum cukup berkeadilan dan memprioritaskan kontrak-kontrak yang telah berakhir untuk entitas bisnis nasional, serta meningkatkan pembangunan dan daya saing industri hilir kelapa sawit, karet, kakao, bubur kayu dan kertas, serta produk primer lainnya.
5. Membangun dan mengembangkan industri transportasi nasional.
6. Mengambil kebijakan proaktif dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, melalui pengurangan risiko instabilitas dari internal maupun eksternal sektor keuangan.
7. Membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan yang terintegrasi dengan pariwisata, properti, pendidikan, industri kreatif, jasa-jasa dan ritel komersial. Investasi pemerintah dianggarkan sekitar US$ 2,25-3 miliar selama 7 tahun.




Kebijakan Ekonomi Jokowi - JK

Dikutip dari;
Ini Visi dan Misi Jokowi-JK di Bidang Ekonomi
Angga Aliya - detikfinance
Rabu, 21/05/2014 07:40 WIB

Di bidang ekonomi, Jokowi-JK menilai banyak kelemahan yang terjadi saat ini. Hal tersebut bisa dilihat dari masih tingginya angka kemiskinan, kesenjangan sosial, kesenjangan antar wilayah, kerusakan lingkungan hidup, serta ketergantungan akan pangan dan energi dari negara lain.
Pemerintah hingga saat ini belum mampu memanfaatkan kandungan kekayaan alam yang sangat besar. Harapan penguatan sendi-sendi ekonomi menjadi semakin jauh dan negara tidak mampu memberikan jaminan kualitas hidup bagi rakyat. Pemerintah pun dinilai melanggengkan ketergantungan atas utang luar negeri dan penyediaan pangan.
Oleh karena itu, pasangan ini mengedepankan pemikiran Tri Sakti dari Bung Karno yang salah satunya adalah berdikari dalam bidang ekonomi. Ini diwujudkan dengan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan dalam pengelolaan keuangan negara dan pelaku utama dalam produksi serta distribusi nasional. Negara diharapkan memiliki karakter kuat dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi melalui penggunaan sumber daya ekonomi nasional dan anggaran negara untuk memenuhi hak dasar warganegara.
Berdikari dalam hal ekonomi, lanjut Jokowi-JK, bukan berarti defensif atau menutup diri dari dunia luar. Kemandirian merupakan konsep yang dinamis karena mengenali bahwa kehidupan dan kondisi saling bergantung senantiasa berubah, baik konstelasinya, perkembangannya, maupun nilai-nilai dasar yang mempengaruhinya.

Kaji Merger Hingga Penghapusan Daerah Otonom

Dalam hal pembangunan, Jokowi-JK memilih membangun Indonesia dari pinggiran. Artinya, pembangunan harus dimulai dari daerah dan desa.
"Kami akan meletakkan dasar-dasar bagi dimulainya desentralisasi membantu daerah-daerah yang kapasitasnya belum cukup memadai. Pada akhirnya, ini akan memperkuat daya saing Indonesia secara global," sebut dokumen itu.
Desentralisasi, lanjut Jokowi-JK, juga akan menjadi ujung tombak pengelolaan pemerintahan. "Kami akan melakukan reformasi hubungan keuangan pusat dengan daerah," jelas dokumen itu.
Jokowi-JK pun berjanji akan melakukan pemerataan antar wilayah, antara Jawa dengan luar Jawa, bagian barat dengan timur, atau desa dengan kota. "Kami akan mendorong daerah untuk untuk melakukan pemotongan biaya rutin dan lebih banyak mengalokasikan untuk pelayanan publik," jelas pernyataan mereka dalam dokumen
Pemerintah pusat, tambah Jokowi-JK, akan berfungsi sebagai pembina dan pengawas termasuk dalam hal pengelolaan keuangan dan pelayanan. "Kami juga mendorong kemungkinan penggabungan maupun penghapusan daerah otonom setelah melalui proses pembinaan, monitoring, dan evaluasi."

Janji Bangun 2.000 Km Jalan, 10 Pelabuhan, dan 10 Bandara

Salah satu program yang diusung pasangan ini adalah meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar internasional. Untuk itu, ada sejumlah agenda yang dijanjikan.
Pertama adalah membangun jalan baru sepanjang 2.000 km. Selain itu, Jokowi-JK juga berjanji akan memperbaiki jalan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Kedua adalah membangun 10 pelabuhan baru dan merenovasi yang lama. Selain pelabuhan, Jokowi-JK juga punya program untuk membangun 10 bandara baru dan memperbaiki yang sudah ada.
Ketiga adalah membangun pasar tradisional. Jokowi-JK berjanji akan membangun 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia dan memodernisasi yang ada.
Keempat adalah menciptakan pelayanan investasi dan perizinan satu pintu. Proses perizinan ditargetkan dipangkas menjadi maksimal 15 hari. Selain itu, Jokowi-JK juga menjanjikan insentif fiskal dan non fiskal untuk mendoorng investasi di sektor hulu-menengah.
Kelima adalah mendirikan Bank Pembangunan dan Infrastruktur. Ini dilakukan untuk mengatasi masalah pembiayaan dalam proyek-proyek infrastruktur.
"Kami juga akan memanfaatkan potensi yang belum tergarap dengan baik tetapi memiliki peluang besar seperti industri manufaktur, industri pangan, sektor maritim, dan pariwisata," sebut dokumen itu.

Kemandirian Ekonomi

Kemandirian ekonomi menjadi salah satu kampanye utama dari duet ini. Untuk itu, Jokowi-JK berjanji akan menggerakkan sektor-sektor strategis untuk mendukung perekonomian nasional.
Di bidang pertanian, kemandirian bisa terwujud melalui beberapa program. Pertama adalah perbaikan irigasi rudak dan pembangunan jaringan irigasi di 3 juta hektar sawah.
Kedua adalah mencetak 1 juta hektar lahan sawah baru di luar Jawa. Ketiga adalah pendirian Bank Petani dan UMKM.
Keempat adalah membangun gudang dengan fasilitas pasca panen di setiap sentra produksi. Kelima, pemulihan kualitas kesuburan lahan.
Sementara untuk kemandirian energi, Jokowi-JK punya sejumlah program. Pertama adalah pengurangan impor minyak dengan meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi dalam negeri.
Kedua adalah dengan peningkatan efisiensi BUMN penyedia energi seperti Pertamina, PLN, dan PGN. Keempat adalah pembangunan pipa gas. Kelima adalah pengembangan energi terbarukan.
"Kami juga akan mengutamakan pemakaian batu bara dan gas untuk meningkatkan produksi listrik guna melayani kebutuhan rumah tangga dan industri," sebut dokumen itu.
Sedangkan untuk kedaulatan di bidang keuangan, ini lah program Jokowi-JK. Pertama adalah memperluas inklusi keuangan, minimal 50% penduduk bisa mengakses lembaga keuangan.
Kedua adalah mencapai tax ratio menjadi 16% terhadap PDB. Ketiga adalah pengurangan utang pemerintah. Keempat adalah pengetatan penjualan saham bank nasional kepada investor asing.

Produksi Perikanan Naik 4 Kali Lipat

"Kami berkomitmen untuk pembangunan ekonomi maritim, pertama melalui peningkatan kapasitas dan pemberian akses sumber modal melalui bank pertanian," sebut dokumen tersebut seperti dikutip Selasa (20/5/2014).
Kedua, Jokowi-JK juga berjanji untuk membangun 100 sentra perikanan sebagai tempat pelelangan terpadu dengan penyimpanan dan pengolahan produk perikanan.
"Ketiga, kami berkomitmen dalam pemberantasan illegal, unregulated, dan unreported fishing. Kami juga berkomitmen mengurangi intensitas penangkapan ikan di kawasan overfishing," papar dokumen itu.
Kempat, Jokowi-JK berjanji untuk merehabilitasi kerusakan lingkungan di pesisir pantai dan laut. Kelima, meningkatkan luas konservasi perairan yang dalam 5 tahun mendatang menjadi 17 juta hektar.
Keenam adalah penerapan best aqua-culture practices untuk komoditas unggulan. Kedelapan, mendesain ulang wilayah pesisir untuk mendukung kinerja pembangunan maritim.
"Kami berkomitmen meningkatkan produksi perikanan menjadi sekitar 40-50 juta ton pada 2019," tegas dokumen itu.

Target Kemiskinan Tersisa 5-6% pada 2019

Jokowi-JK berkeyakinan, pengentasan kemiskinan harus dimulai dengan pembangunan di daerah. Hal tersebut tertuang dalam dokumen berjudul 'Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian' yang merupakan misi, visi, dan program aksi Jokowi-JK.
"Kami berkomitmen untuk membangun perimbangan pembangunan kawasan. Pertama melalui pembangunan fasilitas produksi, pendidikan, kesehatan, pasar tradisional, dan sebagainya," sebut dokumen itu seperti dikutip Selasa (20/5/2014).
Langkah kedua adalah redistribusi kepemilikan aset (seperti lahan) dan implementasi persaingan usaha yang sehat. Ketiga adalah peningkatan akses penduduk miskin pada pendidikan formal dan pelatihan keterampilan secara gratis.
Keempat adalah evaluasi komponen Dana Bagi Hasil (DBH) yang lebih dapat mencerminkan pemerataan, bukan sekedar perhitungan anggaran. Kelima adalah peningkatan kapasitas daerah dalam pengelolaan sumber-sumber keuangan.
Keenam adalah implementasi pelayanan dasar yang prima melalui pembangunan 50.00 rumah sehat dan mengembangkan 6.000 puskemas dengan fasilitas rawat inap. Ketujuh adalah implementasi jaringan sosial nasional secara merata.
Kedelapan adalah pemberian subsidi pangan, ketersediaan air bersih, menjaga daya beli masyarakat dan menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok, serta penciptaan pasar bagi produksi usaha mikro.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jadwal Debat Capres - Cawapres

1. 9 Juni 2014
Debat capres-cawapres:
Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum
(Disiarkan SCTV,Indosiar, dan BeritaSatu)

2. 15 Juni 2014
Debat capres: Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial
(Disiarkan Metro TV dan Bloomberg)

3. 22 Juni 2014
Debat capres: Politik Internal dan Ketahanan Nasional
(Disiarkan TV One dan ANTV)

4. 29 Juni 2014
Debat cawapres: Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK (Disiarkan RCTI dan MNCTV)

5. 5 Juli 2014
Debat capres-cawapres: Pangan, Energi, dan Lingkungan

(DisiarkanTVRI dan Kompas TV)

Sumber : www.tempo.co


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Monday, April 14, 2014

Presiden, Antara yang Diinginkan dan Dibutuhkan


Jakarta - Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 usai sudah. Penghitungan cepat (quick count) beberapa lembaga survei menempatkan PDIP di posisi teratas. Seperti quick count CSIS & Cyrus, dimana PDIP memperoleh 19,20 persen suara, Partai Golkar 14,40 persen dan Partai Gerindra 11,90 persen suara. Meratanya perolehan suara untuk PDIP, Golkar, dan Gerindra diprediksi akan membuat koalisi makin sulit ditebak. Diprediksi akan ada tiga atau empat pasang dalam Pilpres 2014.

Ketua Departeman Hubungan Politik dan Internasional dari CSIS, Philips J Vermonte mengatakan selain PDIP, Golkar dan Gerindra yang memiliki suara tertinggi, ada juga Partai Demokrat, PKB, maupun Partai Nasdem masih mempunyai peluang besar untuk diajak berkoalisi. Ketiga partai ini memiliki suara yang tidak terpaut jauh dengan perolehan suara Golkar dan Gerindra.

"Mungkin ada 3-4 pasang karena suaranya merata," ujar Philips. Ini terjadi karena semua partai politik belum ada yang mencapai syarat 25 persen.

PDIP yang diprediksi akan menjuarai perolehan pileg diatas 25 persen, ternyata tidak tercapai. Padahal dengan pencapian angka 25 persen, dan mengajukan pencalonan capres-cawapres tersendiri, PDIP dipastikan mampu membentuk kabinet yang profesional tanpa harus berkoalisi. Namun jika PDIP Kalah, oposisi merupakan opsi lain yang dia ambil.

Sosok Prabowo yang menjadi figur dalam tubuh Gerindra pun akan cocok untuk dicalonkan menjadi presiden. Pasalnya loyalis Gerindra, mampu membedakan siapakah yang harus mereka pilih sebagai pemimpin bangsa.

Sedangkan partai Golkar yang konsisten selama perjalanan pemilu wajib untuk diperhitungkan, sekalipun Aburizal Bakrie, kalah dibandingkan Jokowi dan Prabowo. Tapi banyak rakyat telah memilih Golkar sebagai partai pilihan mereka.

Jika berkaca dari tiga besar parpol pemenang pileg hasil quick count tersebut. Tiga nama yang telah disampaikan Ketua Departeman Hubungan Politik dan Internasional dari CSIS, Philips J Vermonte, bisa jadi bertarung dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

Penulis mencatat, di dalam konteks seharian, ada dua bahasa yang perlu dicermati, yakni diinginkan dan dibutuhkan. Diinginkan belum tentu dibutuhkan. Secara lahiriah, keinginan bagaikan hawa nafsu yang hendak dilepaskan sesaat. Artinya diinginkan, memandang sesuatu tapi tidak memikirkan jangka panjang.

Sedangkan yang dibutuhkan, merupakan keharusan dan penting, karena berbagai pertimbangan dengan memandang ke depan. Lalu seperti apa pemimpin yang dibutuhkan ataupun yang diinginkan?

Kata-kata itulah yang terlontar dari seorang sopir taksi. “Kalau dibutuhkan itulah menjadi prioritas. Tapi yang diinginkan hanya melihat kondisi sekarang, tidak melihat ke depan. Artinya, yang diinginkan belum tentu dibutuhkan,” ungkap sopir tersebut, ketika berbincang dengan penulis, baru-baru ini.

Mengutip tulisan Prof Dr Baharuddin, M.Ag, Guru Besar STAIN Padangsidempuan. Dalam pandangan teori Psikologi Islam, suatu tingkah laku selalu berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan atau pemenuhan keinginan.

Meskipun suatu tingkah laku atau tindakan yang sama dalam bentuk dan jenisnya tetapi karena berbeda dalam proses terjadinya, di mana ada yang didasarkan untuk memenuhi kebutuhan dan yang lainnya didasarkan keinginan, maka tindakan tersebut menjadi berbeda.

Tindakan yang didasarkan kebutuhan adalah tindakan dalam rangka memelihara dan mengembangkan potensi diri. Sementara tindakan atas dasar keinginan adalah tindakan yang berorientasi kepada memperoleh kenikmatan atau kelezatan dan menjauhi ketidaknyamanan. Sesuatu yang mendatangkan kenikmatan akan dilakukan dan sesuatu yang akan mendatangkan ketidaknyamanan pasti dijauhi.

Tindakan makan dan minum misalnya, dapat menjadi perbuatan yang didasarkan atas kebutuhan atau atas dasar keinginan. Makan dan minum yang dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan biologis untuk mempertahankan kehidupan merupakan contoh dari tindakan yang didasarkan oleh kebutuhan. Namun dalam waktu yang sama, makan dan minum bisa saja bukan dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis untuk mempertahankan hidup, bisa juga untuk memenuhi keinginan hawa nafsu karena memang makan dan minuman yang tersedia sangat lezat.

Seseorang akan makan dengan sebanyak-banyaknya kerena memang makanannya lezat. Tetapi kalau makanannya kurang lezat, dia tidak akan memakannya. Jadi, perbuatan makan dilakukan karena kelezatan makanan tersebut.

Jadi, tingkah laku yang didasarkan oleh pemenuhan kebutuhan selalu berhubungan dengan potensi diri. Sementara tingkah laku yang didasarkan kepada keinginan selalu berhubungan dengan hasrat kepada yang menyenangkan atau menjauhi yang tidak menyenangkan.

Atau dengan kata lain, memuaskan dorongan untuk mendapat kenikmatan dan menghindar dari yang tidak menyenangkan. Demikianlah, suatu tingkah laku yang didasarkan kepada kebutuhan tetap akan dilakukan meskipun dalam waktu tertentu tidak menyenangkan, namun karena itu merupakan pengembangan potensi diri, maka dia tetap akan melakukannya.

Di sinilah terjadi dinamika tingkah laku, dalam realitas kehidupan selalu saja ada orang yang bertingkah laku berdasarkan kebutuhan dan ada pula orang lain yang bertingkah laku atas dasar keinginannya. Termasuk dalam hal pemilihan pemimpin, contohnya Pilkada Bupati atau Walikota dan Wakilnya, seseorang selalu menentukan pilihannya atas dasar kebutuhan atau keinginan.

Pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu mengembangkan seluruh potensi, mulai dari potensi fisik-material maupun psikologis-immaterial sampai pada potensi sumber daya manusianya. Pemimpin yang demikian harus memiliki keutuhan kepribadian, wawasan keilmuan yang luas, kecerdasan multidimensional, keagungan akhlak, dan kematangan profesional. Pemimpin dengan ciri-ciri demikian tidak akan melakukan hal-hal rendahan demi kepentingan pemenangannya karena visi dan misinya adalah mengembangkan sumber daya.

Demikianlah, sehingga ia tidak laku bagi para pemilih yang mendasarkan pilihannya pada kepuasan fisik-biologis dan material. Ia jauh melampaui cara berpikir materialis, sehingga sangat sulit memenangkan pemilihan, sekalipun pada hakikatnya kita membutuhkan pemimpin yang seperti ini. Pemimpin yang diinginkan adalah pemimpin yang dapat memuaskan keinginan pemilihnya, baik material maupun immaterial.

Pemimpin yang model ini selalu dipertimbangkan berdasarkan kelompok organisasi dan golongan, hubungan keluarga, hubungan pertemanan, keuntungan material, janji politik, suku, ras, bahkan agama. Calon pemimpin yang memiliki kedekatan teman, organisasi, suku, ras, dan lain sebagainya itu yang akan menjadi pilihan. Jadi, memilih pemimpin adalah atas dasar kepentingan-kepuasan-keinginan yang dibungkus dengan kedekatan-kedekatan tersebut.

Pemimpin yang diperkirakan akan memenangkan pertarungan selalu adalah pemimpin yang diinginkan, sekalipun tidak dibutuhkan. Karena memang realitas pemilih mayoritas memilih pemimpin yang diinginkan.

Pemimpin yang demikian menjanjikan sejumlah hal yang dapat memuaskan keinginan mereka, baik keinginan material maupun immaterial. Mereka tidak peduli apakah pemimpin itu akan mengembangkan potensi yang ada atau tidak, bagi mereka memuaskan keinginan adalah segala-galanya.

Orang akan puas dengan mendapatkan sesuatu, misalnya kaos, gambar, spanduk, ongkos, atau uang. Bukan kebutuhan untuk mengembangkan potensi daerah. Demikian juga, mereka rela menggadaikan suaranya, demi sedikit imbalan yang mereka terima. Mereka merasa berhutang budi, hanya karena selembar kaos, atau lainnya, padahal akibatnya mereka akan mengalami stagnasi dalam pengembangan potensi daerahnya.

Semoga kita semakin cerdas memilih pemimpin kita di masa akan datang. Berpikirlah sebelum memilih, jika tidak ingin menyesal.

*) Amril Jambak adalah wartawan di Pekanbaru, Riau, sekaligus peneliti di Forum Dialog Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia.

SUMBER :
Senin, 14/04/2014 10:58 WIB
Amril Jambak - detikNews


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Tuesday, April 8, 2014

Indonesia juga punya lo

Semoga bisa bantu temen-temen untuk ikut memilih yah! jangan golput ah.. kasian Indonesia.


Kalau suka, bisa tolong bantu share to people around you yah! terima kasih :D

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Indonesia (sudah) Hebat

PDI Perjuangan yang menurut berbagai survei akan melonjak elektibilitasnnya, mengusung tema kampanye "Indonesia Hebat". Seperti flyer yang dapat dilihat dibawah ini.



Adapun yang menarik yang saya lihat adalah tweet dari Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang "sepertinya mengklaim" kalau Indonesa (sudah) hebat di masa pemerintahan Presiden RI ke-7 sejak 2004 hingga 2014 ini. berikut petikan tweet-nya :

1) Indonesia hebat. Kapan? Ktk 2004, income per kapita Indonesia baru $1100, meningkat 2004-2014 menjadi $4000. Mudah2an tambah hebat lagi.

2) Indonesia hebat. Kapan? Ketika Indonesia ekonominya termasuk dalam 20 negara yg ekonominya terbesar di dunia. Mudah2an bs lbh hebat lagi.

3) Indonesia hebat. Kapan? Ketika hutang IMF karena krismon sdh kita lunasi thn 2007, bahkan IMF minta Indonesia partisipasi bantu mereka.

4) Indonesia hebat. Kapan? Ketika 2004-2014 teroris spt 2x bom Bali, bom Mariott, bom Kdubes Aust diredam & diapresiasi msyrkt & negara2 sahabat

5) Indonesia hebat. Kapan? Ketika 2004-2014 tak ada sejengkal tanah&perairan RI lepas dr NKRI, tdk lepas spt Timtim, Sipadan & Ligitan sblm 2004

6) Indonesia hebat. Kapan? Ketika IGGI/CGI, sumber negara2 maju pemberi pinjaman utk pembangunan, oleh Pemerintah Indonesia dibubarkan.

7) Indonesia hebat. Kapan? Ketika rasio hutang thdp PDB 56% di thn 2004 terus turun 24% 2013, ketika Jepang 227%, AS105%

8) Indonesia hebat. Kapan? Ketika konflik vertikal spt Aceh 32 thn, konflik horizontal Poso, Ambon terselesaikan & konflik2 kecil dpt diredam.

9) Indonesia hebat. Kapan? Ketika krisis ekonomi dunia sejak 2008, pertumbuhan Indonesia rata2 6%, nmr 2 stlh RRT, di antara negara2 G-20.

10) Indonesia hebat. Kapan? Ketika pemberantasan korupsi agresif tanpa pandang bulu berlanjut, kader2 parpol partai besarpun terhukum olh KPK

11) Indonesia hebat. Kapan? Ketika PBB&lmbg internl multilateral tawarkan rekonsiliasi RI-Timor Leste, Indonesia tolak, ptskn bilateral RI&TL

12) Indonesia hebat. Kapan? Volume APBN tumbuh 4,5 kali lipat tahun 2014, dibanding ketika 2004, tambah gdg sekolah, rumah sakit, gaji naik.

13) Indonesia hebat. Kapan? Ketika APBN relatif cukup,bs tambah alutsista TNI/Polri tdk ada embargo.Internasional percaya peran RI di dunia

14) Indonesia hebat. Kapan? Ketika RI sukses jadi ketua & laksanakan summit ASEAN, APEC, East Asia.Kepala negara asing minta jumpa & kunjungiRI

15) Indonesia hebat. Kapan? Ketika Pendapatan Negara 2004 Rp403T, 2013 naik jadi Rp1.502T. Pembiayaan LN 2004 Rp28.1T; 2013 turun Rp 16.9T.

16) Indonesia hebat. Kapan? Ketika 2004-2014, 259 kepala negara jumpa Presiden RI,& 115 pemimpin itu datang ke Indonesia. Indonesia dihormati

17) Indonesia hebat. Kapan? Ketika teroris eksporan dr luar spt Dr Azhari dan Noerdin M Top tamat riwayat dan perannya di RI.

18) Indonesia hebat. Kapan? Ketika operasi pembebasan awak kapal MV Sinar Kudus di Somalia yg dibajak perompak berhasil dilaksanakan.

19) Indonesia hebat.Kapan? Ketika pada 2004 anggaran infrastruktur baru Rp 8,1 triliun, sedangkan pada saat ini sudah mjd Rp 87 triliun.

20) Indonesia hebat. Kapan? Ketika 2004 anggaran pendidikan Rp 78T, 2014 naik jadi Rp 369T. Murid pandai bkl tambah, Rakyat tmbh sejahtera

21) Indonesia hebat. Kapan? Ketika investor percaya invetasi di RI tambah baik. 4,6% 2000-2004,naik 5,6% 2005-2009, naik 6,3 % 2010-2012.

22) Indonesia hebat. Kapan? Ketika Indonesia 2013 surplus beras 8,9 juta ton. Menurut Ka Bulog, kini tahanan KPK, 2004, impor beras 200.000 ton.

23) Indonesia hebat. Kapan? Ketika program beasiswa Bidikmisi Kemendikbud sejak 2010.Akan lbh hebat lagi bila berlanjut

24) Indonesia hebat. Kapan? Ketika anak2 kaum dhuafa berpotensi bisa mendptkan beasiswa Bidikmisi.

25) Indonesia hebat. Kapan? Ketika beasiswa Bidikmisi bantu mahasiswa yg orangtuanya tdk mampu, juga utk S2 dan S3.

26) Indonesia hebat. Kapan? Ketika RI punya bandara yg punya ARS seperti di Kualanmu,Sumut. DKI dan yg lain mudah2an.




Menurut saya semua punya itikad baik, yang satu sebagai partai oposisi (di Indonesia lebih dikenal sebagai partai penyeimbang) menginginkan Indonesia (yang lebih) hebat dan yang satu sebagai orang yang terlibat dalam pemerintahan yang setiap harinya "merasa" sudah bekerja maksimal untuk Negara. Semoga demokrasi kita semakin matang yah, amin!.



Oleh Tubagus Aryandi Gunawan
8 April 2014 (H-1 Pemilu Legislatif)


Sumber tweet  :
Dipo Alam Seskab
https://twitter.com/dipoalam49
5-6 April

Sumber gambar :
https://twitter.com/IndHebat
http://indonesiahebat.org

Sumber video :
https://www.youtube.com/channel/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g Channel Resmi Sekretaris Kabinet RI

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Monday, March 17, 2014

ANTI GOLUTIS

Ingat bro! Pemilu Legislatif 9 April, Pemilu Presiden 9 Juli. :D


"Ah! Satu suara gue gak bakal ngaruh!" Eits, simak dulu penjabaran gue sob.
Tingkat partisipasi Pemilih pada Pemilu 1999 adalah 92,99%, 2004 menjadi 84,07%, dan 2009 menjadi hanya 70,99%. Di dalam angka partisipasi pemilih yang mengecil tadi, angka suara tidak sah juga meningkat yaitu pada Pemilu 1999 adalah 3,33%, 2004 meningkat jadi 9,66%, dan 2009 mencapai 14,43%. Dengan demikian pada pemilu terakhir kita yaitu Pemilu 2009, hanya 56,56 % suara yang dihitung, atau ada 43,44 % suara yang hilang (entah itu golput di rumah atau golput di surat suara). Angka 43,44 % itu gak sedikit sob, dari 120,92 juta pemilik hak pilih pada 2009, berarti ada 52,53 juta orang yang menghilangkan suara. Wow! 52,53 juta orang itu lebih besar dari total penduduk jawa barat (provinsi terbesar penduduknya) yang sampai 45 juta jiwa. Berarti lo bisa bayangin dari utara Pantai Indramayu sampai selatan Pantai Pangandaran pada gak sampe suaranya di Komisi Pemilihan Umum yang berdiri independen itu.


"Ah! Selow sob, cuma pemilu doank." Weys, pemilu itu SUPER MAHAL bos!
Dana yang disiapkan Pemerintah untuk menyelenggara Pesta Besar Demokrasi pada 2014 adalah 16 Triliun Rupiah. Bandingkan dengan ongkos pembangunan infrastruktur keren kita yaitu Jembatan Suramadu yang menelan 4,5 Triliun Rupiah, dibangun selama 6 tahun untuk difungsikan puluhan tahun kedepan. Bandingkan lagi dengan biaya pembangunan Bandara Internasional Kualanamu yang menghabiskan 5,8 Triliun Rupiah dan dibangun selama 6 tahun, serta bisa difungsikan hingga puluhan tahun kedepan. Kalau dibandingkan dengan biaya Pemilu 2014, kita bisa bikin 3 Jembatan baru sekelas Suramadu, atau 2 Bandara baru seluas dan secanggih Kualanamu. Kalau gue boleh ngomong kasarnya, 16 Triliun Rupiah itu cuma untuk dihabiskan beberapa bulan dan difungsikan orang-orang terpilih itu selama 5 tahun, MAHAL! jadi Demokrasi Indonesia itu mahal banget, Ayo sob hargain penggunaan pajak tahunan kita, Ayo bro partisipasi pilih orang-orang yang bener.

Jadi Rakyat itu memang paling gampang, tinggal nuntut, tinggal protes, tinggal diam, tinggal nunggu, tinggal nyalahin, dan tinggal ngeluh. Enaknya lagi, tugasnya cuma 1, dalam 5 tahun sekali pula, bentuk bakti dan partisipasi terkecilnya untuk Negara cuma "Datang, Pilih, Coblos, Celup" selesai dalam 5 menitan di TPS. Tapi lo tau gak apa yang udah lo lakuin di TPS pada pilpres 9 Juli nanti ????

Dengan telah menentukan pilihan sejak di dalam rumah, Pemilih telah membantu ditemukannya penerus Simbol Negara (Kepala Negara) yang juga akan menjadi Ketua Kabinet (Kepala Pemerintahan).

Dengan memberi suara di TPS, Pemilih bisa "secara langsung" memilih Pucuk Pimpinan yang akan mengelola uang 2000 Triliun Rupiah di APBN,

Melalui surat suara, Pemilih memberi kepercayaan pada Presiden baru untuk mengurus isi perut dan dompet 250 juta Orang Indonesia,

Melalui surat suara, Pemilih menugaskan Presiden mendatang untuk menangani bencana kemarau, banjir, kebakaran hutan, gempa, tsunami, hingga letusan gunung berapi di masa depan.

Melalui surat suara, Pemilih menentukan Orang Pintar yang akan mengeluarkan kita dari jerat impor beras, jagung, kedelai, garam hingga minyak bumi berkepanjangan,

Melalui surat suara, Pemilih mimilih Pejabat Tertinggi yang akan memperjuangkan pemberantasan korupsi, narkoba, terorisme, pembalakan liar, perdagangan bayi dan perempuan. 

Melalui surat suara, Pemilih menentukan Kepala Negara yang juga bertugas sebagai Kepala Penjaga Hutan yang menyimpan 17 % spesies dunia serta ke-17.504 pulau di negeri ini,

Dengan menggunakan paku saat mencoblos, Pemilih bisa mempercayakan keutuhan republik dan kerukanan 1.128 suku pada Seorang Panglima Tertinggi pilihannya,

Dengan memasukan surat suara kedalam kotak suara, Pemilih telah memilih Manager terbaiknya untuk optimalisasi luas wilayah keekonomian negara yang mencapai 8 juta km2,

Dengan mencelupkan jari pada tinta, Pemilih telah ikut menentukan penghuni Istana Merdeka yang harus segera membuka lapangan kerja baru untuk 7,39 juta pengangguran,

Dari prosesi lima menitan tersebut, Pemilih telah memilih Pahlawan yang akan mengangkat derajat hidup 28,07 juta Orang Miskin Indonesia.



Jadi....
AYO! pada 9 April dan 9 Juli nanti kita "Ikut Memenangkan" Dia-dia yang terkuat idenya dan tercerdik strateginya saat dikemukakan di Perang Gagasan nanti. Yuk ikut bertanggung jawab atas perjalanan reformasi negeri kita ini. Udah gak jamannya lagi kita tidak memanfaatkan Hak Pilih (GOLPUT). Udah gak jamannya kita lugu sampai-sampai pilihan kita ikut Orang Tua, Pacar, Suami, Istri, Kakak bahkan Tetangga. Udah gak jamannya lagi pandangan kita terhadap Pemilu dan Pilpres skeptis (ragu) dan seringkali apatis (masa bodoh). Terlalu mainstream (kebiasaan umum), sikap lugu, serba ragu, masa bodoh hingga jadinya GOLPUT, udah kuno banget bro! sekarang sih menurut gue jamannya kita Anti GOLUTIS (Golongan Putih, Lugu, Skeptis, Apatis) hehehe :D.


#antilugu #antiskeptis #antiapatis #antigolput 

Oleh Tubagus Aryandi Gunawan
Jakarta, 18 Maret 2014

Sumber Gambar : KPU


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Thursday, February 20, 2014

#UsmanHarun


Dalam rangka percepatan pemenuhan Minimum Essential Force (MEF), TNI tidak hanya membuat kapal di batam (Palindo), surabaya (PAL) dan banyuwangi (lundin) tapi juga melakukan impor.

Kapal impor ini semula diperuntukkan untuk Angkatan Laut Kerajaan Brunei Darussalam (2007) namun Brunei membatalkan karena kekurangan personel

Pihak Brunei lantas menghubungi perusahaan German Lrssen pembeli baru, 5 tahun kemudian Indonesia baru menyatakan tertarik membeli ketiga kapal itu

Kapal Korvet canggih di kelas multy role light fregat adalah buatan BAE System Marine Inggris

Seperti kebanyakan kapal perang lain yang menggunakan nama-nama pahlawan nasional, 3 kapal perang tersebut juga akan diberi nama pahlawan untuk mengingat jasa heroik mereka

pertama KRI Bung Tomo yg merupakan Pemimpin Perjuangan Pertempuran Surabaya 10 November 1945 dimana menewaskan 12.000 orang indonesia tewas terbunuh

kedua KRI John Lie merupakan laksamana muda TNI AL/ jendral bintang 2 satu-satunya yang berdarah tionghoa (Mayor Jenderal TNI AD = Marsekal Muda TNI AU)

ketiga KRI Usman harun yang menuai protes Menteri Luar Negeri Singapura, Siapa Usman Harun?

Konfrontasi Malaysia (Ganyang Malaysia) 1962-1966 yang disebabkan masuknya Malaya, Brunei, Sabah, dan Serawak dalam Federasi Malaysia

Federasi tersebut dianggap Bung Karno negara boneka akal-akalan Inggris (neokolonialisme) yang berpotensi mengancam kedaulatan Indonesia

Salah satu bentuk perang itu adalah pengeboman oleh 2 orang marinir TNI AD yg menyelundup ke MacDonald House di Orchard Road  10 Maret 1965


MacDonald House dijadikan target karena banyak perwira militer dan orang asal Inggris disana, usman harun berhasil meledakan bom seberat 12,5 kilogram

Hasilnya 3 orang dan melukai 33 orang, 20 perkantoran rusak berat, 24 mobil-mobil disekitar rusak berat



Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said diadili lalu dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968.

Tiang gantung di Penjara Changi jadi saksi bisu nafas terakhir usman harun setelah kasasinya ditolak Privy Caunsil di London, Inggris.


Setiba di Tanah Air, keduanya dielu-elukan ratusan ribu orang di Bandara Kemayoran sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Hari itu juga Presiden Soeharto menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) mengangkat keduanya sebagai Pahlawan Nasional.


Ayah Perdana Menteri Lee Hsien Loong yaitu Perdana Menteri Lee Kuan Yew datang menabur bunga di makam kedua prajurit marinir tersebut (Bukan meletakkan karangan bunga di kaki tugu makam, seperti layaknya tamu negara lain yang datang ke Taman Makam Pahlawan)

Menlu Singapura menyebut penamaan Kapal Perang Usman Harun akan melukai perasaan rakyat Singapura, terutama keluarga korban dalam peristiwa pengeboman.

Nah, Saat Pemimpin negara mereka tabur bunga, keluarga korban tidak terluka? Kenapa masih terluka juga kalau  singapura pulalah yang menghukum mati mereka


Harusnya kami yang sakit hati karena Pahlawan Nasional kami dihukum mati. Bahkan Bung Hatta berjanji tidak akan pernah menginjakkan kakinya ke Singapura, dan hingga ajalnya tiba, Bung Hatta menepati janjinya tersebut, ia tidak pernah ke Negara sebesar Kota itu

Belum berlayarpun kapal ini sudah bergaung namanya menggetarkan rakyat singapura, semoga saat telah mengamankan NKRI semakin bernyali.

Oiya apakabar penyadapan Singapura sejak 1970? Australia tidak mungkin bekerja sendiri dimana jaringan serat optik penghubung asia dan amerika ada disaar laut singapura?


Jika para pemimpin masing-masing bangsa yang melalui masa-masa pahit itu bisa kembali bersahabat erat, kenapa kita cucu-cucu dan cicit-cicitnya harus kembali bertikai tentang masalah yang dulu telah selesai?



Bengkulu, 12 Februari 2014

Tubagus Aryandi Gunawan



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)