Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Friday, January 24, 2014

Kenapa Dahlan Iskan?

"Sukses itu jika kita merasa cukup, Kaya itu jika kita bisa berbagi. Jika miskin bermartabat, kalau kaya bermanfaat." Ujar Dahlan Iskan memandang materi.

Sejak 2004, saya adalah pendukung politik garis tengah. Tidak cenderung ke kanan, maupun ke kiri, supaya negara ini tidak timpang jalannya lalu oleng dan tenggelam. Politik di Indonesia secara sederhana dapat dibagi atas 2 kekuatan, kekuatan nasionalis dan agamis. Partai dengan kekuatan nasionalis seperti PDIP, Golkar, Gerindra dan Hanura, sedangkan partai yang bernafaskan agama adalah PPP, PKS, PAN, PKB, PBB dan PDS yang tidak ikut pemilu 2014. Sedangkan partai yang menjadi penengah diantara kekuatan nasoinalis dan agamis ialah Demokrat yang dikenal juga sebagai Partai Nasionalis dan Religius.

Konvensi Partai Demokrat adalah terobosan politik bagi Indonesia. Bagaimana tidak? Calon Presiden yang akan diusung sebuah partai adalah ia yang merepresentasikan keinginan rakyat secara luas, bukan ia yang ditunjuk oleh Pemimpin Partai (Elit Partai). Sebelumnya kita kenal dengan Konvensi Partai Golkar, namun konvensi ini hanya melibatkan anggota pengurus partai saja, Calon Presiden yang akan diusung Partai Golkar adalah ia yang memperoleh suara terbanyak dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) saja. Konvensi yang dilakukan Partai Demokrat sudah seperti yang dilakukan negara demokrasi modern khas negara maju, sehingga Calon Presiden yang tidak memiliki partai dapat ikut bergabung ke dalam konvensi (dengan konsekuensi jika menang konvensi harus masuk partai yang menyelenggarakan), dan masyarakat dapat ikut menilai beberapa Calon Presiden yang ada di dalam Konvensi secara langsung. Hasil Konvensi ini berdasarkan survei lembaga independen, siapa yang pada akhirnya memiliki popularitas (keterkenalan) dan elektabilitas (potensi dipilih) tertinggi.

Konvensi Demokrat ini dijalankan oleh Panitia Konvensi Demokrat, Panitia juga lah yang akan menentukan siapa yang memenangkan konvensi. Panitia ini diisi oleh orang yang cerdas dan berintegritas pada kepentingan tanah air, dari 17 anggota panitia konvensi, 60 % diantaranya diisi oleh tokoh independen. Mulai dari mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni, pengamat politik Effendi Ghazali, mantan ketua KPK Taufiequrrachman Ruqi, para akademisi, dan berbagai latar independen lainnya.

Dahlan Iskan bergabung bersama 10 Calon Presiden lainnya ke dalam Konvensi Partai Demokrat setelah Presiden SBY memintanya hingga 2 kali untuk turut berpartisipasi. Peserta Konvensi Demokrat berjumlah 11 nama, 7 orang dari luar partai, dan 4 orang dari kader partai. Dan saya memilih untuk terus mendukung Dahlan Iskan menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7 bersama partai bernomor urut 7 di tahun yang berjumlah 7 ini (2+0+1+4).


Keberlanjutan Pembangunan
Pembangunan 10 tahun terakhir yang mengangkat kemampuan belanja negara kita dari Rp 400 T pada 2004 menjadi Rp 1800 T pada 2014 sungguhlah bukan perkara mudah. Saya sedikit miris saat ada orang bodoh yang bilang ini adalah Negeri Auto Pilot, Negara ini akan jalan dengan baik walaupun tidak ada pemerintah SBY, haaahh sudahlah, maafkan saya seharusnya komentar tidak dibalas komentar. Kembali lagi, Pembangunan ini harus terus dijalankan oleh orang-orang yang mengerti dan pernah terlibat di dalam pemerintahan agar tidak mulai dari awal lagi perencanaanya. Seperti yang kita ketahui, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diluncurkan tahun 2011 telah merangkum kebijakan yang perlu diambil pemerintah, salah satunya pembangunan infrastruktur yang akan menelan Rp 4000 T hingga 2025 nanti. Dimana 30%-nya dianggarkan melalui APBN, dan 70%-nya menggunakan dana BUMN dan swasta.

Dahlan Iskan yang telah banyak mengobok-obok Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga menjadi lebih efesien, Ia juga melahirkan program satu hari satu juta sambungan baru merupakan terobosan baru di dunia kelistrikan tanah air sehingga diharapkan pada 2020, 99% wilayah tanah air akan teraliri listrik.

Diangkatnya Dahlan Iskan untuk memimpin arah pengembangan hingga perbaikan kinerja seluruh BUMN telah menuai hasil positif. Masalah di 141 BUMN tidaklah sederhana, ada banyak kinerja BUMN dengan rapor merah bahkan ada yang hingga dikatakan mati suri. Seluruh BUMN mengelola aset hingga Rp 3.000 triliun, dengan anak dan cucu perusahaan yang jumlahnya sekitar 600 perusahaan. Kementerian BUMN tidak kalah strategis dibandingkan Kementerian Keuangan yang membawa hasil pengumpulan pajak dan cukai untuk negara ribuan triliun, walaupun pada 2013 Kementerian BUMN hanya menyumbang Rp 25 triliun untuk kas Negara dalam bentuk deviden, setidaknya kementerian ini juga berkontribusi dalam APBN, tidak seperti kementerian yang lain sebagai "pengguna" APBN. 


Gaya Kepemimpinan
Jalur untuk menjadi Presiden RI sejak republik ini berdiri selalu saja dari militer, trah keluarga (dinasti) dan golongan besar (seperti agama). Sudah saatnya Indonesia memiliki Presiden dari luar jalur tersebut, seperti pengusaha. Pengusaha yang merakyat, hmmm sungguh langka. Pejabat PNS saja sulit merakyat, apalagi Pengusaha? Coba lihat Dahlan Iskan dulu.

Pembaharuan gaya kepemimpinan SBY yang kaku dan kerap tegang selama 10 tahun terakhir sungguh sangat dinantikan masyarakat yang sudah lama bosan. Secara kepribadian, daya jual Presiden SBY adalah orang yang Karismatik dan Gagah khas gemblengan militer, namun Dahlan Iskan punya daya jual lain yaitu Humanis dan Sederhana.


Kesederhanaan Dahlan di Kereta Ekonomi Sritanjung Probolinggo-Surabaya


Sikap Responsif Dahlan saat Kemacetan Panjang di Pintu Tol


Turun Tangan Dahlan Meninjau Pompa Sedot milik BUMN


Dahlan Menginap di Rumah Petani Kulon Progo saat Kunjungan kerja


Dahlan Tidur Bersama Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung

Dari kesebelas Calon Presiden yang ada di dalam Konvensi Demokrat, sepertinya cuma Dahlan Iskan yang tindakannya tidak seperti kebanyakan Pejabat Tinggi Negara yang anti bersentuhan dengan rakyat.

Pesan Ketua KPK
Selalu terngiang dibenak saya pesan Ketua KPK Abraham Samad dalam memilih Presiden RI berikutnya nanti, "Pertama, dia harus pernah menjabat jabatan publik, sehingga darisana kita bisa melihat rekam jejak (track record) kepemimpinan dia disana apakah baik atau buruk, Kedua dia harus selalu menyampaikan laporan kekayaan pribadinya, sehingga dapat dipelajari dan ditelusuri jika sewaktu-waktu  terdapat indikasi korupsi".

Mengenai jabatan publik, tentulah sangat beruntung Dahlan Iskan semakin dikenal setelah menjabat Menteri BUMN, sebelumnya pun ia adalah Direktur Utama PLN dan Direktur Jawa Pos. Tidak seperti calon presiden dari partai lainnya, yang belum pernah sekalipun menjabat jabatan di pemerintahan seperti Prabowo Subianto dan Surya Paloh. Dalam kriteria ini lawan terberatnya adalah Mahfud MD (Mantan Ketua MK), Hatta Rajasa (Menteri Koordinator Perekonomian) dan Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan). Dalam membaca rekam jejak keberhasilan Dahlan Iskan mengelola 141 BUMN kita sangat mudah, anda bisa lihat kinerja PT. KAI yang semakin baik dengan stasiun yang bersih dan ketepatan jam berangkat, selain itu pengelolaan bandara-bandara baru yang canggih dan modern dibawah bendera PT. Angkasa Pura, dan kebangkitan 139 BUMN lainnya yang akan panjang jika saya jabarkan disini.

Harta kekayaan seorang Dahlan Iskan berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2011 ialah Rp 48,8 miliar. Harta itu terdiri dari harta tidak bergerak senilai Rp 8,6 miliar berupa tanah dan bangunan, harta bergerak senilai Rp 2,5 miliar, surat berharga Rp 120 miliar, serta giro dan setara kas lainnya senilai Rp 19,9 miliar. Jumlah tersebut dikurangi utang Dahlan sekitar Rp 102,3 miliar.


Dukungan Relawan & Jaringan Media Terbesar
Dengan semboyan "Demi Indonesia", Relawan Dahlan Iskan menjadi motor penggerak pemilih yang penting selain Partai Demokrat sendiri. Relawan tersebut ada yang menamakan diri ReDI (Relawan Dahlan Iskan), Dahlanis (Dahlan Iskan), TRenDI (Tim Relawan Dahlan Iskan), BaDaI, ForDIs (Forum Dahlan Iskan) hingga yang terbaru adalah Rumah Dahlan Iskan (RDI).

Selain memiliki pabrik kertas skala dunia, beliau juga memiliki lebih dari 130 jaringan suratkabar dan lebih dari 30 stasiun TV lokal. Meski tidak diakui tidak diminta oleh dirinya untuk turut mendukung pencapresannya, pastilah naluri anak buah yang memiliki kedeketan secara personal dengan beliau pasti akan turut membantunya dengan ikhlas. Inilah motor penggerak popularitas Dahlan Iskan yang tidak kalah penting.

Quote Dahlan Iskan yang Inspiratif

Di tengah badai kasus korupsi yang menerjang kader-kader penting di Partai Demokrat, Dahlan Iskan harus menjadi obat mujarab bagi keterpurukan popularitas Partai Demokrat.

Keunggulan Survei VS Jokowi
Dari sebelas peserta konvensi, Dahlan Iskan memperoleh popularitas tertinggi yaitu 45-47% dan meninggalkan jauh nama di posisi kedua dengan 3,5-4%. Jika dibandingkan dengan Jokowi, tentulah Jokowi adalah pemenang seluruh survei dengan angka popularitas selalu lebih dari 50%. Namun, Majunya Jokowi sebagai Calon Presiden 2014 akan sangat tidak diinginkan masyarakat Jakarta yang telah memilihnya untuk bekerja selama 5 tahun kedepan. Terutama saya pribadi, kemacetan dan banjir di Jakarta sungguh meruapakan momok bagi warga Jakarta yang tidak pernah diselesaikan pemimpin-pemimpin Jakarta sebelumnya. Saya pribadi ingin terlebih dulu melihat monorel melayang-layang dijalanan Ibukota, melihat MRT berjalan dengan sempurna mengangkut kaum urban dari kota-kota satelit Jakarta, kanal-kanal banjir yang luas dan bersih, tanggul dan bendungan baru untuk menahan air dari Bogor hingga benteng penahan air laut pasang di Jakarta Utara. Jika semuanya selesai dan masyarakat Jakarta mulai merasakan manfaat dari pembangunan yang dilakukan oleh Jokowi, maka dengan senang hati silahkan maju sebagai Presiden pada 2019 nanti, saya pasti pilih jika anda berhasil di Jakarta. 


Anti Korupsi
Bukan politik namanya kalau tidak ada saling serang dan menjatuhkan namanya. Beberapa bulan yang lalu Dahlan dikabarkan menyelewengkan dana hingga lebih dari Rp 30 T oleh sekelompok pihak yang melaporkannya ke Panitia Konvensi Demokrat. Dahlan pun berujar siap dicoret namanya jika terlibat korupsi. Panitia Konvensi Demokrat belakangan memberi arahan pada kelompok pelapor untuk memasukkan dugaan tersebut ke ranah hukum, jika terbukti baru nama dahlan akan dicoret.

Sulit dipercaya memang jika Dahlan terlibat mengutil uang negara, seperti yang kita ketahui, Dahlan adalah Direktur Utama PLN yang selama masa jabatannya tidak pernah mengambil gajinya. Selain itu dia lah Diretur PLN pertama yang meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk bekerja sama dengan PLN dalam hal pengawasan keuangan, dan kini setelah menjabat Menteri BUMN Dahlan membuat Nota Kesepemahaman (MoU) dengan Kemernteriannya. Seperti yang disampaikan Ketua BPK Hadi Poernomo, "PLN 4 tahun lalu Pak Dahlan bersedia mengandeng BPK dan beliau dirut pertama yang mau MOU dengan BPK, kemudian (perusahaan) yang lain ikut."

Kebangkitan Mobil Listrik
Sudah bukan barang baru lagi bagi kita semua tentang yang namanya Mobil Listrik. Mobil Listrik adalah jawaban paling tepat dari isu Pemanasan Global (Global Warming) dan Krisis Energi Nasional, hanya tinggal sejauh mana kita mau mengusahakan kehadirannya di tanah air. Dahlan Iskan bersama Tim Putera Petir berjibaku menguras isi dompet pribadi untuk mulai satu-per-satu memunculkan purna rupa (proto type), ini hanya langkah kecil seorang Dahlan Iskan untuk membangiktkan kepercayaan diri bangsanya, kalau kita juga bisa membuatnya dengan tangan sendiri.


Evina (Electric Vehicle Indonesia) karya Dasep Ahmadi


Kecelakaan Dahlan dan Mobil Tuxuci karya Putera Petir


Mobil Listrik di Luar Negeri Tengah Marak Digunakan

Semangat Dahlan Iskan menjajal mobil seharga Rp 1,5 miliar yang diberi nama Tuxuci berakhir pada kecelakaan maut yang hampir merenggut nyawanya, ia terpaksa membanting kemudinya demi menyelamatkan warga yang ada disekitar jalanan. Diketahui bahwa mobil tersebut tidak dilengkapi Gear Box sehingga laju perlambatan kendaraan tidak maksimal, baru pada mobil seri terbaru menggunakan Gear Box yaitu Selo. 

Kegagalan tersebut sungguh jangan sampai melumpuhkan semangat kita dalam mengembangkan teknologi mobil listrik sendiri. Jika Bung Karno saja harus merasakan dingin dan gelapnya penjara selama berbulan-bulan, Lalu kenapa kita harus menyerah hanya karena sekali saja gagal?. Semoga banyak pelajaran teknologi yang dapat diperbaharui.


Kedekatan dengan Pemain Utama Ekonomi Dunia
Dahlan Iskan selain telah menggunakan hati seorang pemudi daratan cina, ia juga diketahui fasih dalam berbahasa cina. Pengetahuannya tentang kota-kota di cina diyakini akan membawa dampak yang baik bagi kerjasama Indonesia dan Cina Nantinya. Apalagi seperti yang kita ketahu bersama, tahun 2013 lalu Cina telah berhasil menyalip perekonomian Amerika Serikat menjadi pemain ekonomi terbesar pertama di Dunia. Semoga cita-cita Indonesia menjadi pemain ekonomi terbesar dunia nomor 7 tercapai di tahun 2025 nanti, amin.


"Saya Pakai Sepatu Kets Supaya Lari Kencang"
Indonesia memang harus berlari kencang mengejar ketertinggalan dari Negara-Negara Maju pak!



Bengkulu, 24 Januari 2014


Tubagus Aryandi Gunawan

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

4 comments:

Victor Daud said...

nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi kita semua :)
keep update!
mobil baru

Victor Daud said...

nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi kita semua :)
keep update!
mobil irit

Victor Daud said...

nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi kita semua :)
keep update!
mobil terbaik

Victor Daud said...

nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi kita semua :)
keep update!
mobil terbaik

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)