Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Tuesday, January 21, 2014

Sang Maha Kuasa dan Agung untuk Si Maha Luas dan Rumit




Jabatan Yang Maha Kuasa

Lambang Resmi Presiden Republik Indonesia

Jangan pernah bandingkan Presiden Republik Indonesia (RI) dengan Presiden atau Perdana Menteri manapun. Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang menyatu padu dalam sebutan Presiden biasa digunakan negara-negara demokrasi dengan sistem pemerintahan presidensial, seperti Amerika Serikat (AS), Filipina sebagaian besar negara di Amerika Tengah dan Amerika Latin. Kebanyakan negara di dunia menggunakan sistem pemerintahan parlementer dimana Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan ialah dua orang yang berbeda. Di negara demokrasi biasanya Kepala Negara diberi sebutan Presiden sedangkan Kepala Pemerintahannya ialah Perdana Menteri. Sedangkan di negara monarki biasanya Kepala Negara ialah Sang Raja ataupun Ratu, sedangkan Kepala Pemerintahannya ialah Perdana Menteri. Kepala Negara sebagai simbol kewibawaan sebuah negara, dan Kepala Pemerintahan ialah orang yang memimpin jalannya pemerintahan dan kabinet.

Presiden yang melambangkan harkat dan martabat bangsa di hadapan dunia, juga sekaligus memimpin langsung program dan kebijakan pemerintah sungguhlah bukan hal sepele. Tugas Presiden AS dengan penduduk lebih dari 317 juta akan lebih mudah dijalankan di tengah kematangan sistem berdemokrasi pada negara yang berusia 238 tahun (4 Juli 1776) dengan 44 nama presiden yang sudah ada. Tugas Presiden Filipina dengan penduduk sekitar 99 juta seharusnya lebih ringan jika dibandingkan Presiden Indonesia yang memimpin 250 juta penduduk, tapi fenoma politik di Filipina tidak kalah ruwet dengan Indonesia, bahkan disana Mantan Presiden Joseph Estrada menjadi Walikota Manila.

Menjadi Panglima Tertinggi
Presiden RI juga akan sekaligus menjadi Panglima Tertinggi di republik ini, ia dijamin oleh undang-undang dapat menyatakan perang dan damai dengan negara manapun yang menjadi ancaman Republik Indonesia, tentu saja dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Panglima Tertinggi  menginspeksi kesiapan pasukan

Mengangkat Menteri dan Wakil Menteri
Hak Prerogatif Presiden yang paling kuat ialah dapat memilih, melantik hingga mengganti (reshuffle) Pembantu Presiden secara sepihak tanpa pertimbangan lembaga tinggi manapun. Kinerja menteri-menteri ini dalam menjalankan undang-undang akan dipertanggung-jawabkan langsung kepada Presiden RI sebagai pemegang mandat Rakyat Indonesia.

Kepala Pemerintah melantik Muhammad Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan

Melantik Panglima TNI, Kapolri, Duta Besar
Presiden berhak mengajukan nama (bisa lebih dari satu nama) calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) hingga para Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, kesemuanya diajukan kepada DPR RI untuk kemudian dilakukan Uji Kelayakan (fit and proper test) dan hasilnya dikembalikan kepada Presiden RI untuk dilantik dan disumpah di Istana Merdeka di hadapan langsung para menteri dan pejabat tinggi negara.

Menyematkan Bintang, Penghargaan hingga Gelar Pahlawan
Presiden RI juga berhak memberikan Bintang Jasa, Penghargaan dan Gelar Pahlawan yang diatur Undang-undang dengan segala pertimbangan jasanya atas negara.

Kepala Negara menyematkan Bintang RI Adipura kepada Presiden Korea Selatan  Lee Myung-bak

Kepala Negara menyerahkan Penghargaan Lingkungan Tertinggi yaitu Kalpataru

Menandatangani Undang-undang
Usulan pembuatan undang-undang tidak hanya dapat datang dari internal anggota DPR RI, namun dapat juga menjadi hak inisiatif Pemerintah RI. Menteri terkait menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang selanjutnya akan dibahas bersama komisi terkait di DPR RI untuk kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI dan kemudian ditandatangani Presiden RI.

Menetapkan Peraturan Pemerintah (PP)
Perintah yang terangkum dalam undang-undang akan dijalankan pemerintah dengan Peraturan Pemerintah (PP) yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011. PP terakhir yang cukup populer ialah tentang pelaksanaan Program Mobil Murah Ramah Lingkungan (Low Cost Green Car/ LCGC).

Mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres)
Dalam menjalankan undang-undang, kekurangan teknis pelaksanaan dalam undang-undang tersebut selanjutkan akan diturunkan (break down) dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres), hal ini dijamin oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. Selain itu dapat pula berisi materi tentang PP yang telah dikeluarkan sebelumnya, seperti kebijakan Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil hingga Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Bersubsidi.

Ruang dan Meja Kerja Presiden RI

Mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)
Dalam ranah legislatif, dalam keadaan genting yang memaksa untuk menyelamatkan negara, Presiden RI dapat secara sepihak menyiapkan Perppu yang tingkatannya setara dengan Undang-undang. Setelah Perppu berjalan, isi Perppu tersebut selanjutnya diajukan kepada DPR RI sebagai RUU. Jika diterima oleh DPR RI maka akan disahkan menjadi Undang-undang, jika ditolak maka Pemerintah RI harus segera menyiapkan RUU pembatalan Perppu kepada DPR RI. Perppu yang masih hangat di kepala ialah Perppu tentang penyelamatan kepercayaan publik terhadap Mahkamah Konstitusi yang tersandung skandal korupsi oleh Hakim Ketua Akil Mochtar.

Menghapus Hukuman
Dalam ranah yudikatif, Presiden RI juga punya kekuasaan untuk menggunakan hak-hak prerogatifnya yang dijamin pada pasal 14 ayat 1 Amandemen Undang-undang Dasar 1945 yang menyebutkan bahwa “Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan MA” dan “Presiden memberikan amnesti dan abolisi dengan pertimbangkan DPR”.

Grasi berarti Presiden berhak untuk memperinganan atau perubahan jenis pidana, pengurangan jumlah pidana hingga penghapusan pelaksanaan pidana atau meniadakan hukuman yang telah dijatuhkan oleh hakim kepada seseorang. Rehabilitasi merupakan suatu tindakan Presiden dalam rangka mengembalikan hak seseorang yang telah hilang karena suatu keputusan hakim yang ternyata dalam waktu berikutnya terbukti bahwa kesalahan yang telah dilakukan seorang tersangka tidak seberapa dibandingkan dengan perkiraan semula atau bahkan ia ternyata tidak bersalah sama sekali.

Sedangkan amnesti ialah pernyataan terhadap orang banyak yang terlibat dalam suatu tindak pidana untuk meniadakan suatu akibat hukum pidana yang timbul dari tindak pidana tersebut. Abolisi ialah keputusan untuk menghentikan pengusutan dan pemeriksaan suatu perkara, dimana pengadilan belum menjatuhkan keputusan terhadap perkara tersebut.

Membuat Rancangan APBN
Presiden pertama kali secara terbuka menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (R-APBN) ke hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ialah saat Pidato Kenegaraan 16 Agustus setiap tahunnya (sehari sebelum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia). Selain menjelaskan keadaan ekonomi dan keamanan terkini negara, Presiden RI selaku Kepala Pemerintahan akan menyampaikan rincian alokasi anggaran yang akan disiapkan untuk tahun depan. R-APBN ini selanjutnya secara komprehensif akan dibahas Menteri Keuangan dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan kemudian akan disahkan dalam bentuk undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Presiden RI bersama Ketua DPR RI dan Ketua DPD RI usai Pidato 16 Agustus

Mengesahkan Kerja Sama Bilateral
Sungguhlah efesien dan efektif saat Kepala Negara ataupun Kepala Pemerintahan negara asing melakukan kunjungan kenegaraan ataupun kunjungan kerja kepada seorang Presiden RI, dalam satu waktu mereka dapat berjumpa dan berdiskusi langsung dengan Kepala Negara yang juga Kepala Pemerintahan.

Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Rakyat Cina

Suasana Penyambutan Kepala Negara Sahabat

Daftar kerjasama yang tertuang dalam Nota Kesepemahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) dengan negara sahabat langsung diarahkan oleh Presiden RI melalui menteri-menteri terkait. Selain itu Presiden RI berhak mengajukan kerjasama biateral yang paling tinggi yaitu Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) kepada negara-negara sahabat yang dinilai akan membawa dampak signifikan untuk negara, Seperti Kemitraan Strategis dengan Korea Selatan, Cina dan Australia.

Suasana Rapat Kerja Bilateral di Istana Merdeka


Fasilitas Yang Maha Agung

Istana Kepresidenan

Jika kita melihat banyak negara berbentuk kerajaan banyak memiliki istana, bisa jadi Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik yang pemimpinnya memiliki paling banyak istana. Seperti yang kita ketahui bersama, Presiden RI akan difasilitasi 5 buah Istana dan 1 Pesanggarahan, 5 buah Istana tersebut adalah Istana Negara - Jakarta, Istana Merdeka - Jakarta, Istana Bogor, Istana Cipanas, Gedung Agung - Yogyakarta dan Istana Tampak Siring - Bali, selain Istana Cipanas yang bertemakan sejuknya wilayah pegunungan, Presiden RI juga akan dapat menikmati ombak-ombak besar khas Samudera Hindia di Pesanggrahan Pelabuhan Ratu.
Halaman Istana Bogor yang Luas dan Asri

Ruang Dalam Istana Negara yang Megah
Ruang Dalam Istana Merdeka yang Mewah
Ruang Dalam Gedung Agung Yogyakarta yang Indah


Lokasi Istana Cipanas dekat dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Lokasi Pesanggrahan Pelabuhan Ratu yang menghadap Samudera Hindia

Mobil Kepresidenan
Seperti yang dikutip dari Vivanews, Presiden RI sejak tahun 2009 menggunakan mobil Mercedes-Benz S600L model W221, yang digunakan tidak kalah cangggih dengan Cadilac One milik Obama.

Mobil yang berplat RI 1 ini merupakan kendaraan lapis baja dengan tingkat resistensi Eropa B6/B7. Mercedes-Benz ini tahan terhadap senjata militer standar dan memberikan perlindungan terhadap fragmen yang muncul dari granat tangan, serta bahan peledak lainnya.


Petugas Sedang menyiapkan Mobil Kepresidenan

Fitur keamanan tambahan termasuk ban run-flat, tanki bahan bakar 90L dan sistem pemadam kebakaran otomatis. Selain itu, mobil ini juga menggunakan ban Michelin PAX 245-700 R470 AC, sistem pengaturan udara segar darurat, sistem kontrol pneumatik darurat untuk membuka jendela (beroperasi secara tersendiri dari sistem elektronik), serta Panic Alarm System tambahan.

Selain itu, ada pula kamera belakang, kaca depan dan jendela depan yang tahan panas, sistem adjustable door hold yang digunakan di keempat pintu, di pintu belakang yang dapat ditarik dan menutup secara otomatis, serta tirai belakang listrik.

Soal kecepatan, mobil pabrikan Jerman ini tidak perlu diragukan lagi. Sebab, memiliki kecepatan puncak 210 kilometer/jam dengan berat mobil (GVW) mencapai 4.200 kilogram.


Pesawat Kepresidenan
Ditengah desas desus berita pemborosan anggaran karena Presiden RI membeli secara khusus Pesawat Jenis Boeing Business Jet (BBJ) untuk dijadikan Pesawat Kepresidenan mulai 2014, nampaknya hingga tulisan ini diturunkan menjelang kurang dari 80 hari Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April 2014, Pesawat tersebut tak kunjung selesai apalagi sempat digunakan Presiden RI saat ini. Semoga Pesawat Kepresidenan tersebut dapat mengurangi beban anggaran dalam menyewa Pesawat Garuda Indonesia yang digunakan selama ini dan jadwal penerbangan Garuda Indonesia tidak lagi terganggu akibat penyewaan sewaktu-waktu ini. Dan semoga saja fasilitas terbaru ini dapat meningkatkan kinerja dan diplomasi Pemerintah RI dalam pergaulan Internasionalnya.

Presiden RI dan Ibu Negara menggunakan Pesawat Garuda Indonesia

Pasukan Pengawalan Presiden
Seperti halnya Presiden di seluruh dunia, Presiden RI juga dilengkapi fasilitas pengawalan dan pengamanan super ketat dan hebat. Dengan moto Setia dan Waspada, seluruh pasukan diharapkan memiliki kesetiaan kepada orang yang dilindunginya yaitu Presiden RI dan selalu waspada dengan pengamanan yang cermat dari sekitar 2.500 anggotanya.


Secara umum terdapat tiga lapis penjagaan dalam sebuah operasi pengamanan, dan Paspampres bertanggung jawab penuh terhadap pengamanan terdalam (Ring 1) atau yang berada paling dekat dengan VVIP. Lapis penjagaan selanjutnya, sebut saja Ring 2 dan  Ring 3, dilakukan oleh unsur Polri dan TNI yang berwenang.

Seperti yang dikutip dari situs resmi http://paspampres.mil.id, "Dalam melaksanakan pengamanan terhadap VVIP, kami senantiasa mendayagunakan seluruh kemampuan demi meminimalisir resiko ancaman yang bisa datang setiap saat. Bahkan jauh sebelum VVIP hadir di lokasi, kami harus memastikan bahwa tempat beserta segala fasilitas dan instalasi yang akan dituju atau dimanfaatkan VVIP telah steril dari resiko ancaman. Berbagai usaha meminimalisir ancaman bermacam-macam bentuknya, seperti pengintaian oleh penembak jarak jauh, pemasangan security and X-Ray door, hingga penjagaan ketat oleh pengawal pribadi VVIP yang siap menjadi human shield demi keselamatan jiwa VVIP. Dalam kondisi darurat, yakni kondisi ketika keselematan jiwa VVIP berada dalam bahaya, tim penyelamatan telah bersiap setiap saat untuk mengamankan VVIP menghindari ancaman kemudian  secara simultan, para pengawal pribadi akan melindungi VVIP dengan tubuh mereka. Dengan kata lain, kami akan melakukan apapun demi menjamin keselamatan jiwa VVIP, yang merupakan representasi dari harkat dan martabat bangsa kita di mata masyarakat dunia."


Negeri Yang Maha Luas

tantangan jumlah penduduk dan luas wilayah
Saya pribadi sering keberatang jika Indonesia harus dibandingkan dengan negara kecil seperti Malaysia (30 juta jiwa), Singapura (5,4 juta jiwa), Vietnam (90 juta jiwa) dan Thailand (70 juta jiwa), mereka lebih pas dibandingkan dengan gabungan Kota JABODETABEK (28 juta jiwa) atau propinsi terbesar di Indonesia yaitu Jawa Barat (45 juta jiwa). Seharusnya kita dapat mematok tolak ukur kepada negara yang lebih besar lagi, Indonesia yang berpenduduk 250 juta jiwa seharusnya dibandingkan dengan Rusia (143 juta jiwa), Brazil (200 juta jiwa), Amerika Serikat (317 juta jiwa) dan Uni Eropa (500 juta jiwa) bahkan bila perlu dibandingkan dengan Cina (1,3 milyar jiwa) dan India (1,2 milyar jiwa).

Luas wilayah total Indonesia ialah 5.193.025 km2, dimana 1,904,569 km2 merupakan daratan, dengan kata lain 3 per 5 wilayah Indonesia adalah laut. Sejarahwan dari Universitas Diponegoro Prof Dr Singgih Tri Sulistiono menjelaskan "Selain luas wilayah 5.193.025 km2, Ini ditambah lagi dengan 3 juta km2 yang berupa wilayah yurisdiksi nasional atas ZEE dan landas kontinen sampai 200 mil laut, sehingga total lebih dari 8 juta km2". Berikut ini ilustrasi yang saya buat untuk menggambarkan betapa besarnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jika dibandingkan dengan negara besar di dunia.

Indonesia diplotkan pada Amerika Serikat

Indonesia diplotkan pada Republik Rakyat Cina

Indonesia diplotkan pada Benua Eropa

Jika Indonesia diplotkan pada Amerika Serikat, maka Kota Sabang ada di Kota Seattle dan perbatasan Indonesia timur ada di Kota Columbia. Jika Indonesia diplotkan pada Cina, maka Kota Sabang ada di perbatasan paling barat Cina dan perbatasan Indonesia timur ada di Kota Hangzhou. Jika Indonesia diplotkan pada Seluruh Benua Eropa, maka Kota Sabang ada di Kota Dublin dan perbatasan Indonesia timur ada di Kota Krasnodar. Ayo bangkitlah kepercayaan diri seluruh Warga Negara Indonesia, kalian adalah bangsa besar!.


tantangan negara kepulauan di khatulistiwa
Karunia Sang Pencipta sungguh besar kepada Bangsa Indonesia, bagaimana tidak, Anugrah geografis Indonesia sebagai Negara Tropis di garis khatulistiwa membuat daratannya dipenuhi Hutan Hujan Tropis yang kaya plasma nutfah. Kemudian negara yang terdiri atas gugusan pulau menyimpan banyak kekayaan hayati di dasar lautnya.

Made Suarta salah seorang Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa menjelaskan, "Meski daratan Indonesia hanya 1,3 % dari luas daratan dunia, kita memiliki 17 % spesies total dunia yang terdiri dari 37 % dari jenis ikan (8500 spesies), 12 % spesies mamalia (500 jenis), 16 % spesialis reptil dan amfibi (2000 jenis), 17 % spesies burung (1500 jenis), 25 % jenis tanaman dunia (25.000 jenis) , 30 % hutan mangrove dan 250.000 jenis serangga. Kekayaan lainnya, Indonesia memiliki luas terumbu karang 51.020 km persegi atau 17,95 % luas terumbu karang dunia. Sumber daya lainnya adalah Indonesia memiliki luas hutan tropis nomor tiga dunia setelah Brasil dan Kongo dan panjang pantai nomor dua (81.000 km) di dunia setelah Kanada. Oleh karena besarnya keragaman plasma nutfah ini maka Indonesia dikenal sebagai mega biodiversity country."

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo juga pernah menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara maritime dengan luas lautan mencapai 5,8 juta km2 yang terdiri dari perairan teritorial, perairan laut 12 mil dan perairan ZEE Indonesia.  Indonesia juga memiliki 17.504 buah pulau dengan  panjang garis pantai 104.000 km. Indonesia juga menjadi negara dengan Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia, yang memiliki 8.500 species ikan, 555 species rumput laut dan 950 species biota terumbu karang.

Kekayaan ragam hayati ini tentulah menjadi tantang besar kita untuk melindungi dan memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk kesejahteraan seluruh Rakyat Indonesia. Belum lagi melihat garis pantainya yang mencapai 104.000 km, sungguh menjadi tantang yang luar biasa.

Kunjungan Presiden RI ke Daerah

Tantangan yang tidak kalah menarik adalah jumlah pulau yang ada yaitu sebanyak 17.504 buah, satu-dua Jembatan Raksasa tentulah tidak akan pernah cukup menghubungkan mereka semua, Seribu-duaribu kilometer rel kereta api di seluruh pulau besar akan sulit dibangun, Puluhan pembangkit listrik pasti akan kurang untuk menerangi setiap pulau hingga kepelosok didalamnya, Puluhan ribu hektar lahan pertanian terlalu sedikit untuk mengenyangkan seluruh penghuni pulau, Ratusan pesawat tidak cukup untuk hilir-mudik melayani penerbangan belasan ribu pulau, Ratusan ribu kapal dan perahu akan selalu kurang untuk lalu-lalang di perairan yang membentang dari Sabang sampai Merauke ini. Oleh sebab itu, untuk menjamin pembangunan di setiap jengkal negera berjalan sesuai rencana, Presiden RI tentu harus selalu mengagendakan kunjungan ke daerah, utamanya pelosok negeri hingga ke pulau yang belum bernama sekalipun.
Suasana dari dalam Mobil Presiden RI

tantangan ring of fire
Indonesia dianugrahi menjadi lintasan Gunung Berapi, dimana tidak kurang dari 150 Gunung Berapi berjejer dari pulau ke pulau sepanjang Nusantara. Hal ini membuat tanah Indonesia menjadi sangat subur, namun disisi lain membuat Indonesia rawan akan bencana Gempa Vulkanik dan Letusan Gunung Berapi. 


Hal ini juga ditambah posisi geografis Indonesia yang memisahkan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta Lempeng Asia dan Lempeng Australia membuat indonesia tidak hanya sangat strategis bagi kedua benua, namun juga rawan Gempa Tektonik dan Tsunami.


Posisi Indonesia diatas garis Khatulistiwa juga tidak hanya menyumbangkan berlimpahnya panas matahari yang khas pada Negeri Tropis, namun juga menjadi lintasan Panas Ekstrim yang menyebabkan kekeringan dan Hujan Ekstrim yang menimbulkan Banjir dan Longsor. “Karakteristik arus laut di Indonesia juga khas. Dari Samudera Pasifik melewati kepulauan Nusantara menuju Samudera Hindia merupakan indikator muncul dan lenyapnya El-nino dan La-nina.Indikator ini mempengaruhi perubahan iklim global, dan berdampak pada kemarau panjang, banjir, gagal panen, kebakaran hutan serta naik turunnya produksi perikanan,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo.


Tidak hanya topografi dari ratusan Gunung Berapi yang dapat dijumpai di Indonesia, hampir segala bentuk topografi dasar laut dapat dijumpai, seperti paparan dangkal, terumbu karang, lereng curam maupun landai, gunung api bawah laut, palung laut dalam, basin atau pasu yang terkurung dan lain sebagainya.

tantangan multi etnis dan agama
Semoboyan Bhineka Tunggal Ika (Walaupun Berbeda-beda Namun Tetap Satu Juga) yang diletakkan oleh Pendiri Bangsa sungguh bukan hal yang keliru, mereka tahu betul ada potensi pergesekan bahkan konflik antara satu sama lainnya yang mungkin terjadi suatu hari nanti. Bayangkan saja, data terakhir menyebutkan Indonesia memiliki 1.128 suku dan 746 bahasa daerah. Namun sejarah membuktikkan, kita tetap hidup damai berdampingan dan harmonis selama puluhan tahun, meski tidak menutup mata ada saja konflik kecil berbau Suku Agama Ras Adat (SARA) terjadi. Menurut data sensus 2010, Suku yang mendiami Indonesia terdiri atas Jawa 40.6%, Sunda 15%, Madura 3.3%, Minangkabau 2.7%, dan lainnya 38.4%. Sedangkan pemeluk Agama di Indonesia terdiri atas Islam 86.1%, Protestan 5.7%, Katolik 3%, Hindu 1.8%, dan lainnya 3.4%.


Beberapa Penyanyi menggunakan Pakaian Adat khas dari Berbagai Daerah

Tidak ada Negara dimanapun di dunia yang hanya dihuni sebuah suku dan agama saja, pastilah mereka akan hidup berdampingan dengan berbagai suku dan agama lainnya. Jika Negara lain saja bisa melakukannya, Indonesia tentu dapat lebih baik melakukannya, karena suku-suku di Indonesia telah bercampur-baur selama ratusan tahun menjadi suku baru yang lebih besar, yaitu Bangsa Indonesia. Semoga Presiden RI selanjutnya dapat merangkul seluruh komponen tersebut dan bisa mendorong kita untuk semakin merasa saling bersaudara.


Permasalahan Yang Maha Rumit

Masalah Kemiskinan
Bicara kemiskinan maka kita juga harus membawa masalah fundamental yang dimulai dari akses untuk memperoleh Pendidikan yang terjangkau dan baik (7,20% berpendidikan tinggi, 22,40% berpendidikan menengah, 70,40% berpendidikan dasar), kemudian ketersediaan Lapangan Pekerjaan (7,39 juta jiwa pengangguran dari total angkatan bekerja 118,19 juta jiwa), lalu kestabilan Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) hingga ketersediaan perumahan bagi rakyat. Target jumlah kemiskinan nasional yang ditetapkan Pemerintah RI ialah 10,5%, sedangkan jumlah aktual kemiskinan masih mencapai 11,37% atau 28,07 juta jiwa (15,55 juta jiwa berada di Jawa).


Masalah Ketahanan Pangan
Meskipun produksi pertanian Indonesia yang masih terhormat karena menduduki peringkat dunia, seperti kelapa sawit (nomor 1), lada (nomor 1), kakao (nomor 3) , karet (nomor 2), lada hitam (nomor 3), kopi (nomor 4), biji – bijian (nomor 5) dan teh (nomor 6). Namun Indonesia juga masih mengimpor kebutuhan dasar seperti beras, jagung, kedelai bahkan di negeri dengan luas lautan terbesar ini kita masih mengimpor garam.
Kunjungan Kerja Presiden ke Lereng Gunung Selamet

Masalah Ketahanan Energi
Indonesia bukanlah negara kaya minyak bumi seperti negara Arab dan Amerika Tengah, Wakil Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan "Cadangan minyak di Indonesia kian hari menipis akibat konsumsi BBM terus meningkat. Saat ini cadangan minyak kita hanya 3,7 miliar barrel dan angka tersebut hanya 0,3 persen dari cadangan minyak global". Padahal, Indonesia saat ini hanya mampu memproduksi 830.000 barrel per hari. Di sisi lain, Indonesia membutuhkan minyak 1,2 juta barrel per hari. Dimana per tahun 2013 saja kita telah mengimpor 400.000 barrel per hari. 

Belum lagi jika kita melihat pembagian pengelolaan ladang minyak di dalam negeri seperti gambar dibawah ini. Dalam pengelolaan ladang minyak, Pertamina baru memegang peran 20 % di dalam negeri., yang 80 % masih asing.


Ditengah kemerosotan cadangan dan produksi minyak nasional, Sebenarnya ada potensi energi yang luar biasa lainnya yang patut dikembangkan, yaitu Energi Panas Bumi. Dengan Total Potensi Panas Bumi yang hampir 30 ribu MW, hal ini menjadikan Indonesia pemilik 40% panas bumi dunia.


Masalah Pertahanan
Presiden RI juga harus bertanggung jawab atas pertahanan kedaulatan negara dari musuh, selain itu keamanan internal negara dari gejolak terorisme, kejahatan lain juga harus terjamin. Seperti yang kita ketahui Kementrian Pertahanan RI juga sedang sibuk mempercepat pemenuhan Minimum Essential Forces (MEF) atau Kekuatan Pokok Minimum seluruh angkatan bersenjata.
Kepala Staf AD, Panglima TNI, Presiden RI, Kepala Staf AL, Kepala Staf AU

Masalah Infrastruktur
Dalam sembilan tahun terakhir, pendapatan perkapita Indonesia meningkat tiga sampai empat kali lipat dibanding 60 tahun terakhir (periode1945-2005) yang sebesar 1.100 dolar AS. Sekarang Indonesia sudah disebut sebagai emerging market, yang tergabung dalam MINT (Meksiko, Indonesia, Nigeria, dan Turki). Ini merupakan kelompok ekonomi baru setelah BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) mengalami penurunan.

Suasana Rapat Paripurna Kabinet di Kantor Presiden RI

Disamping pertumbuhan yang signifikan, Indonesia juga masih memiliki kekurangan, termasuk dalam bidang infrastruktur dan properti. Untuk menjawab hal ini, pemerintah telah menjalankan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada 2011, untuk mencapai sasaran pada tahun 2025, proyek MP3EI ini memerlukan anggaran sekitar Rp 4.600 triliun (30% oleh Negara, 70% oleh Swasta dan BUMN), dimana separuhnya akan digunakan untuk mendanai infrastruktur.

Masalah Hukum
Meski Indonesia menganut trias politica dimana kekuasan terbagi atas Legislatif (DPR RI), Eksekutif (Presiden RI) dan Yudikatif (MA). Presiden selaku kepala pemerintahan yang membawahi langsung Kepala Polisi RI (Kapolri) dan Jaksa Agung harus dapat ikut menegakkan hukum setegak-tegaknya. Penjeblosan kedalam penjara para tersangka korupsi, narkoba, terorisme, pembalakan liar (illegal logging) hingga kriminalitas perdagangan bayi dan perempuan juga turut menjadi tugas utama pemerintah, namun tetap dakwaan ada di ranah yudikatif.

Masalah Internasional
Selain menjadi tugas utama Presiden RI untuk menjalin hubungan bilateral yang baik dengan 10 negara perbatasan, yakni India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Timor Leste, dan Australia. Presiden RI juga harus aktif menyuarakan kepentingan negara dalam komunitas regional dan global. 
Presiden RI bersama Pemimpin Negara G-20

Presiden RI dalam Sidang Umum PBB

Presiden RI bersama Pemimpin Negara APEC 


Kesimpulan

Kekuasaan militer, Kekuasaan anggaran, Kekuasaan legislasi, Kekuasaan memerintah hingga Kekuasaan hukum tersematkan pada dirinya begitu dilantik dihadapan anggota MPR RI. Tentulah kekuasaan Presiden RI yang seabrek dan yang sangat digdaya itu harus digunakan dengan pertimbangan untuk keselamatan dan kejayaan negara.

Agungnya Istana demi Istana, Agungnya teknologi mobil anti peluru dan bahan peledak, Agungnya pesawat khusus, Agungnya pengamanan pribadi hingga nyawa orang lain siap direlakan untuknya. Tentulah keagungan tersebut untuk menempatkannya Presiden RI sebagai manusia terhormat karena mengemban tugas mulia yang sangat berat.

Sangat luasnya wilayah keekonomian negara yang mencapai 8 juta km2, Sangat luasnya hutan dan laut yang menyimpan 17 % spesies total dunia, Sangat luasnya persebaran keanekaragaman 1.128 suku pada 17.504 pulau di negeri ini, Sangat luasnya bentangan titik demi titik resiko bencana kemarau panjang, banjir, gagal panen, kebakaran hutan, gempa, tsunami, longsor hingga letusan gunung berapi. Tentulah mengelola luas wilayah yang besar ini memiliki tantangan yang tidak kalah besar.

Terlalu rumitnya membuka lapangan kerja baru untuk 7,39 juta pengangguran, Terlalu rumitnya bisa mengangkat derajat hidup 28,07 juta orang miskin, Terlalu rumitnya meningkatkan produksi beras, jagung, kedelai, garam hingga minyak bumi, Terlalu rumitnya ribuan kasus korupsi, narkoba, terorisme, pembalakan liar, perdagangan bayi dan perempuan. Tentulah mengurusi keamanan 250 juta Rakyat Indonesia dengan 250 juta pemikiran yang berbeda dan 250 juta kebutuhan yang berbeda tidaklah mudah, selain itu dalam mengurusi kesejahteraan, akan ada 250 juta dompet yang harus terus terisi dan 250 juta perut yang harus selalu kenyang, itu semua sungguh menjadi tanggung jawab utama Presiden RI berikutnya.


Semoga kekuasaan jabatan yang hebat dan fasilitas kerja yang mewah dan nyaman itu, dapat mendukung pengelolaan terbaik untuk negeri yang luas ini dan segera dapat menyelesaikan persoalan rumit didalamnya. Mari bersama kita temukan "Sang Maha Kuasa dan Agung untuk Si Maha Luas dan Rumit" itu di 2014 ini.


Sang Saka Merah Putih


Bengkulu, 22 Januari 2014


Tubagus Aryandi Gunawan



Sumber Data :
Foto oleh Ani Yudhoyono
http://presidenri.go.id
http://www.setkab.go.id
http://www.bakosurtanal.go.id/berita-surta/show/nkri-dari-masa-ke-masa
http://www.antarasumsel.com/print/280653/peluang-memperluas-wilayah-ri
http://www.sainsindonesia.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=219:kado-istimewa-dari-pbb-wilayah-laut-indonesia-bertambah-luas&Itemid=112
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/dalam-12-tahun-mendatang-indonesia-bakal-kehabisan-cadangan-minyak
http://us.otomotif.news.viva.co.id/news/read/243000-ini-kehebatan-mobil-presiden-sby
http://www.solopos.com/2013/12/10/baru-720-orang-indonesia-mengenyam-pendidikan-tinggi-473029
http://www.antaranews.com/berita/412182/bps-jumlah-penduduk-miskin-2855-juta-orang
http://bisnis.liputan6.com/read/738849/739-juta-orang-indonesia-masih-jadi-pengangguran

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 comments:

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)