Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Thursday, January 2, 2014

Stabilitas Politik Untuk Pembangunan

Indonesia memang belum pernah memiliki Kepala Negara yang berhenti sesuai masa jabatannya, sejak republik ini berdiri. Soekarno dipaksa turun pada 1966, begitupula Soeharto yang dipaksa mundur pada 1998, Habibie yang hanya melanjutkan 1,5 tahun, Gusdur yang kemudian hanya bertahan selama 2 tahun dan Megawati yang melanjutkan selama 3 tahun. Jika khusus menelaah tempo 1998 sampai dengan 2004, dalam 6 tahun kita memiliki 4 nama presiden, inilah krisis politik terburuk negeri ini. Jangankan untuk memikirkan pembangunan, memikirkan siapa pemimpin negera ini pun masih tertatih-tatih. Reformasi paska 2004 melahirkan terobosan politik dimana seluruh rakyat dapat memilih secara langsung Presidennya adalah kemajuan signifikan dalam alam demokrasi. Pilihan langsung rakyat akan memberikan legitimasi yang sangat kuat kepada Presiden terpilih untuk mengemban amanat rakyat. Presiden yang terpilih haruslah menguasai 51% suara pemilih, dengan demikian Presiden adalah benar-benar kehendak sebagian besar rakyat. Dengan berakhirnya 2 periode kepemimpinan Presiden RI selama 10 tahun ini, ia bukan hanya menjadi Presiden RI pertama yang dipilih langsung rakyatnya, tapi juga akan menjadi Presiden RI pertama yang lengser dengan terhormat sesuai masa jabatannya berakhir. Dengan kepiawaian menguasai gejolak politik selama 10 tahun ini, dampaknya langsung terasa pada stabilnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Adakah pembangunan di daerah mu? utamanya pembangunan infrastruktur. Infrastruktur penopang kegiatan ekonomi masyarakat demi terciptanya kesejahteraan yang lebih baik. Jika tidak, bisa jadi Kepala Daerah di wilayahmu yang belum bekerja optimal. Karena Pemerintah pusat telah mengalami peningkatan kemampuan untuk mendanai sejumlah proyek pembangunan, bayangkan saja sejak Yudhoyono mulai mangkat jadi Presiden RI pada tahun 2004 hanya dipegangi uang Rp 400 Triliun, dan kini pada 2014 telah melonjak tajam menjadi Rp 1.800 Triliun. Kemajuan ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar nomor 15 di Dunia, dan menguasai lebih dari 40% PDB (Pendapatan Domestik Bruto) Asia Tenggara. Kini pemerintah pusat telah dianggap mampu untuk mendanai sejumlah pembangunan sejumlah infrastruktur, membiayai berbagai program peningkatan kesejahteraan, bahkan pembangunan sistem pertahanan yang lebih baik.

Ditengah terpaan kasus korupsi yang menyelimuti Partai Penguasa, Kepala Pemerintahan dan jajaran menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 nampak teguh melanjutkan pembangunan di negeri yang maha luas ini. Berikut dibawah ini saya lampirkan pembangunan yang telah selesai maupun masih dalam pengerjaan selama 10 tahun terakhir.

INFRASTRUKTUR

BANDAR UDARA (BANDARA)
NANGROE ACEH DARUSSALAM | Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda | Banda Aceh | 3.000 m

SUMATERA UTARA | Bandar Udara Internasional Kuala Namu | Deli Serdang | 3.750 m

SUMATERA BARAT  | Bandar Udara Internasional Minangkabau | Padang | 2.749 m

JAMBI | Bandar Udara Sultan Thaha Syaifuddin | Jambi | 2.680 m

RIAU | Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II | Pekanbaru | 2.600 m

JAWA TIMUR | Bandar Udara Internasional Juanda - Terminal 2 | Surabaya | 3.000 m

KALIMANTAN TIMUR | Bandar Udara Kalimarau | Berau | 1.850 m

KALIMANTAN TIMUR | Bandar Udara Internasional Sepinggan | Balikpapan | 2.495 m

KALIMANTAN TIMUR | Bandar Udara Samarinda Baru | Samarinda | 2.500 m

SULAWESI TENGAH | Bandar Udara Mutiara | Palu | 2.560 m

SULAWESI SELATAN | Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin | Makassar | 3.500 m

BALI | Bandar Udara Internasional New Ngurah Rai | Denpasar | 3.000 m

NUSA TENGGARA BARAT | Bandar Udara Internasional Lombok | Lombok Tengah | 2.750 m

NUSA TENGGARA TIMUR | Bandar Udara Komodo Labuan Bajo | Manggarai Barat | 2.150 m

MALUKU UTARA | Bandar Udara Sultan Babullah | Ternate | 2.150 m

Masih dalam konstruksi awal,
JAKARTA | Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta - Terminal 3 | Tangerang

JAWA BARAT | Bandar Udara Internasional Jawa Barat | Majalengka


YOGYAKARTA | Bandar Udara Internasional Yogyakarta | Kulon Progo

BANGKA BELITUNG | Bandar Udara Depati Amir | Pangkal Pinang


STADION
RIAU | Stadion Utama Riau | Pekanbaru | 44.000 orang

SUMATERA SELATAN | Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring | Palembang | 40.000 orang

JAWA BARAT | Stadion Gelora Bandung Lautan Api | Bandung | 38.000 orang

JAWA BARAT | Stadion Si Jalak Harupat | Soreang | 40.000 orang

JAWA TIMUR | Stadion Gelora Bung Tomo | Surabaya | 55.000 orang

KALIMANTAN TIMUR | Stadion Aji Imbut Kutai | Tenggarong | 35.000 orang

KALIMANTAN TIMUR | Stadion Palaran | Samarinda | 60.000 orang

Masih dalam konstruksi,
JAKARTA | Stadion BMW | Jakarta Utara

JAWA BARAT | Stadion Patriot | Bekasi

JAWA BARAT | Stadion Cibinong | Bogor

JAWA BARAT | Stadion Jababeka | Cikarang

JAWA BARAT | Stadion Cirebon | Cirebon

YOGYAKARTA | Stadion Mandala Krida | Yogyakarta

KALIMANTAN BARAT | Stadion Landak | Landak

KALIMANTAN TIMUR | Stadion Batakan | Balikpapan

SULAWESI SELATAN | Stadion Barombong | Makassar


TOL
BALI | Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa Toll Road - 12 Km

KALIMATAN TIMUR | Toll Road / Freeway | Balikpapan-Samarinda | 99,2 Km


JAKARTA | Tanjung Priok Access Toll Road - 16.67 Km


JAWA TENGAH | Solo - Semarang (Somar) Toll Road - 75,7km
JAWA BARAT | Cikampek - Palimanan Toll Road - 116 Km
JAWA BARAT | CISUMDAWU - Cileunyi - Sumedang - Dawuan Toll Road - 60.1 Km
JAWA BARAT | BOCIMI - Bogor - Ciawi - Sukabumi Toll Road - 54 Km
JAWA TENGAH | Solo – Kertosono Toll Road | 176 km
JAWA TIMUR | Gempol - Pandaan Toll Road


SUMATRA UTARA | Medan - Binjai Toll Road | 16 KM
SUMATRA UTARA | Medan - Kuala Namu - Tebing Tinggi | 54.8 KM
SUMATRA SELATAN | Palembang - Indralaya Toll Road - 22 km
SUMATRA SELATAN | Kayuagung - Palembang - Betung Toll Road - 137 km
LAMPUNG | Muara Putih-Karang Anyar–Sidodadi Asri Toll Road 37,6 km
LAMPUNG | Kertosari – Jatibaru – Airport | 33,3 km



JEMBATAN
SUMATERA BARAT | Fly Over Kelok 9 | 2.537 meter

JAWA TIMUR | Jembatan Suramadu | 5.438 meter

MALUKU | Jembatan Merah Putih | 1.060 meter

SULAWESI UTARA | Jembatan Soekarno | 625 meter

KALIMANTAN BARAT | Jembatan Tayan | 1.420 meter

JAMBI | Jembatan Muarasabak | 737 meter
KALIMANTAN TIMUR | Jembatan Mahkota II | 740 meter
KALIMANTAN TIMUR | Jembatan Pulau Balang | 800 meter
KALIMANTAN TIMUR | Jembatan Kembar Sungai Mahakam | 400 meter 
PAPUA | Jembatan Holtekamp | 726 meter 
BANGKA - BELITUNG | Jembatan Baturusa II | 784,5 meter
PAPUA | Jembatan Nugure | 240 meter
PAPUA | Jembatan Kamora |120 meter 
PAPUA | Jembatan Ikpan di Kali Maya | 220 meter
PAPUA | Jembatan Mimika | 180 meter
PAPUA | Jembatan Kyura | 160 meter
PAPUA | Jembatan Puti | 300 meter
PAPUA | Jembatan Kabur | 180 meter


PEMBANGKIT LISTRIK
BANTEN | PLTU Teluk Naga/Lontar 945 MW
RIAU | PLTU Mulut Tambang 2x300 MW
SUMATRA UTARA | PLTU Mulut Tambang 4x150 MW
SUMATRA UTARA | PLTU Mulut Tambang 2x300 MW
SUMATRA UTARA | PLTP Sarulla-1 Kap. 110 MW
SUMATRA UTARA | PLTA Asahan, Kap. 2x87 MW (174MW)
SUMATRA UTARA | PLTU Banjarsari 2x100 MW
RIAU | PLTU Riau (Tenayan) 2 x 100 MW
JAWA TENGAH |PLTU Jawa Tengah Baru 2.000 MW
JAWA BARAT | PLTU Pelabuhan Ratu 1050 MW
JAWA BARAT | PLTU Indramayu Baru 1000 MW
JAWA BARAT | PLTU Jawa Barat Baru 1000 MW
JAWA BARAT | PLTU Indramayu 990 MW
JAWA TENGAH | PLTU Bojanegara 1.500 MW
JAWA TIMUR | PLTGU Tuban/Cepu 1500 MW
JAWA TIMUR | PLTU Tj. Awar-awar 700 MW
JAWA TENGAH | PLTU Cilacap Baru/Adipala 660 MW
PAPUA | PLTA di Urumuk 300 MW
GORONTALO | PLTU Gorontalo Baru 2x25 MW
SULAWESI SELATAN | PLTG Sulsel Baru 50 MW & 100 MW



TEKNOLOGI 

ROKET
Peluncuran Roket oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)


Spesifikasi Roket RX 550
1.      Berfungsi sebagai roket pendorong (booster) utama roket pengorbitsatelit
2.      Diameter motor 550 mm
3.      Panjang roket motor 6 meter
4.      Panjang keseluruhan roket (ditambah dengan komponen lain) 9,5 meter
5.      Daya jangkau (horizontal) 300 km
6.      Jarak tempuh (ketinggian/vertikal) 150 km
7.      Bahan bakar yang digunakan berjenis HPTB (hydroxyl toluen poly butadiene)
8.      Kapasitas bahan bakar 1,8 ton
9.      Biaya total pembuatan roket Rp5 miliar 

Rencana Peluncuran Roket Sonda hingga 2024


SATELIT
Setelah sebelumnya membuat satelit mikro A1 Tusbat di Jerman, pada tahun 2014 ini rencananya akan diluncurkan satelit A2 yang dibuat di Indonesia. Satelit A2 sendiri akan mengorbit pada jarak 600 kilometer dari Bumi dan memiliki bobot 75-100 kilogram dengan biaya pembuatan Rp 500 miliar.



Rencananya pada tahun 2019 akan diluncurkan satelit yang jauh lebih modern dengan berat 1 ton dan menelan biaya hingga Rp 2 triliun.


MILITER

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Pertahanan sedang giat mempercepat pemenuhan Minimum Essential Forces (MEF) atau Kekuatan Pokok Minimum seluruh angkatan bersenjata. Pemenuhan tersebut tidak semata-mata membeli produk militer dari luar negeri, namun juga berusaha membuatnya di dalam negeri, satu cara yang gencar digunakan pemerintah ialah Transfer of Technology (ToT) dari negara produsen.

TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA (TNI AU)


KOREA SELATAN | kerjasama pembuatan pesawat tempur IFX KFX generasi 4,5

KOREA SELATAN | Korea Aerospace Industries | Pembelian pesawat T/50i Golden Eagle
RUSIA | Sukhoi Aircraft Holding | Sejak 2003-2013 telah mendatangkan 1 skuadron (16 pesawat) Sukhoi dan peralatannya senilai US$ 1,17 miliar
INDONESIA | PT Dirgantara Indonesia | Pembelian 9 pesawat CN 295 


TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT (TNI AD)


JERMAN | Rheinmetall | Pembelian Main Battle Tank (MBT) Leopard kelas berat (62 ton) dan tank kelas sedang yaitu Marder (33 ton). Leopard terdiri atas Leopard Ri seharga US$ 1,7 juta per unit dan Leopard 2A4 seharga US$ 700 masing-masing dipesan 61 dan 42 unit (Total Leopard 103 unit), sedangkan tank Marder dipesan 50 unit.


AMERIKA SERIKAT | Hughes Helicopters | Pembelian helikopter serbu Apache
INDONESIA | PT Pindad | Pembelian panser Anoa 
INDONESIA | PT Pindad | Pembelian rantis Komodo 
INDONESIA | PT Dirgantara Indonesia | Pembelian 6 Helikopter Bell 412 EP


TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN LAUT (TNI AL)

KOREA SELATAN | Daewoo Shipbuilding Marine Engineering co.ltd | Pembelian 3 kapal selam, dua kapal selam diproduksi di Korsel dan 1 kapal selam di Surabaya PT PAL dengan sistem ToT
INDONESIA | PT Palindo Marine Shipyard | Pembelian Kapal Republik Indonesia (KRI) Pari 849, KRI Sembilang 850, KRI Baledo 643, KRI Alamang-644, Kapal Angkatan Laut (KAL) Kumai I-6-58 dan KAL Bireun II-1-63
INDONESIA | PT Lundin Industry Invest | KRI Klewang baru
INDONESIA | PT PAL | Pembelian 2 Kapal jenis Landing Platform Deck (LPD) yaitu KRI Banda Aceh-593 dan KRI Banjarmasin-592 masing-masing dapat mengangkut 22 tank, 560 pasukan, dan 126 awak, serta pembelian 3 buah Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR-60)



KESEJAHTERAAN

Jaminan Sosial Nasional telah lama digodok sejak awal reformasi, nampaknya tahun 2014 ini menjadi tahun yang menggembirakan untuk seluruh rakyat Indonesia, karena pemerintah telah menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang asuransi kesehatan yaitu PT. Askes untuk menjadi Badan khusus yang menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan telah diputuskan oleh Presiden RI berlaku sejak 1 januari 2014. Pada tahap awal ada 121 juta orang yang termasuk kedalam JKN, namun selambat-lambatnya pada tanggal 1 Januari 2019 seluruh rakyat Indonesia harus telah menjadi peserta program JKN. Kini PT Askes telah berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dimana iuran asuransi kesehatan untuk rakyat miskin akan dibayarkan pemerintah. Sistem JKN adalah terobosoan untuk mencapai kesejahteraan yang biasa ditemui di negara modern. Sementara itu PT Jamsostek berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang menargetkan 15,2 juta peserta.

Akhir tahun 2013 ditutup pula dengan pengesahan UU Desa. UU ini dianggap penting karena menguatkan peran strutural desa di seluruh indonesia, apalagi melihat jumlahnya yang luar biasa yaitu lebih dari 70 ribu desa. Mulai tahun 2015 pemerintah akan memberi bantuan senilai Rp 750 juta per desa dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan bantuan Pemerintah Daerah (Pemda) sesuai kemampuan masing-masing Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Semoga desa-desa di seluruh Indonesia semakin berkembang fasilitasnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan turut menekan urbanisasi.


Di tanah kelahiranku, Bengkulu

Oleh Tubagus Aryandi Gunawan


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

2 comments:

Yulistio Agung said...

Keren artikelnya mas bro, terus update tentang teknologi di indonesia. Thanks

MAS BENZ said...

Wuih, keren, Boooo.... Indonesia mau bikin pesawat termpur? smoga segera jadi kenyataan. Bravo! thanks Bro....

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)