Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Thursday, February 20, 2014

#UsmanHarun


Dalam rangka percepatan pemenuhan Minimum Essential Force (MEF), TNI tidak hanya membuat kapal di batam (Palindo), surabaya (PAL) dan banyuwangi (lundin) tapi juga melakukan impor.

Kapal impor ini semula diperuntukkan untuk Angkatan Laut Kerajaan Brunei Darussalam (2007) namun Brunei membatalkan karena kekurangan personel

Pihak Brunei lantas menghubungi perusahaan German Lrssen pembeli baru, 5 tahun kemudian Indonesia baru menyatakan tertarik membeli ketiga kapal itu

Kapal Korvet canggih di kelas multy role light fregat adalah buatan BAE System Marine Inggris

Seperti kebanyakan kapal perang lain yang menggunakan nama-nama pahlawan nasional, 3 kapal perang tersebut juga akan diberi nama pahlawan untuk mengingat jasa heroik mereka

pertama KRI Bung Tomo yg merupakan Pemimpin Perjuangan Pertempuran Surabaya 10 November 1945 dimana menewaskan 12.000 orang indonesia tewas terbunuh

kedua KRI John Lie merupakan laksamana muda TNI AL/ jendral bintang 2 satu-satunya yang berdarah tionghoa (Mayor Jenderal TNI AD = Marsekal Muda TNI AU)

ketiga KRI Usman harun yang menuai protes Menteri Luar Negeri Singapura, Siapa Usman Harun?

Konfrontasi Malaysia (Ganyang Malaysia) 1962-1966 yang disebabkan masuknya Malaya, Brunei, Sabah, dan Serawak dalam Federasi Malaysia

Federasi tersebut dianggap Bung Karno negara boneka akal-akalan Inggris (neokolonialisme) yang berpotensi mengancam kedaulatan Indonesia

Salah satu bentuk perang itu adalah pengeboman oleh 2 orang marinir TNI AD yg menyelundup ke MacDonald House di Orchard Road  10 Maret 1965


MacDonald House dijadikan target karena banyak perwira militer dan orang asal Inggris disana, usman harun berhasil meledakan bom seberat 12,5 kilogram

Hasilnya 3 orang dan melukai 33 orang, 20 perkantoran rusak berat, 24 mobil-mobil disekitar rusak berat



Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said diadili lalu dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968.

Tiang gantung di Penjara Changi jadi saksi bisu nafas terakhir usman harun setelah kasasinya ditolak Privy Caunsil di London, Inggris.


Setiba di Tanah Air, keduanya dielu-elukan ratusan ribu orang di Bandara Kemayoran sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Hari itu juga Presiden Soeharto menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) mengangkat keduanya sebagai Pahlawan Nasional.


Ayah Perdana Menteri Lee Hsien Loong yaitu Perdana Menteri Lee Kuan Yew datang menabur bunga di makam kedua prajurit marinir tersebut (Bukan meletakkan karangan bunga di kaki tugu makam, seperti layaknya tamu negara lain yang datang ke Taman Makam Pahlawan)

Menlu Singapura menyebut penamaan Kapal Perang Usman Harun akan melukai perasaan rakyat Singapura, terutama keluarga korban dalam peristiwa pengeboman.

Nah, Saat Pemimpin negara mereka tabur bunga, keluarga korban tidak terluka? Kenapa masih terluka juga kalau  singapura pulalah yang menghukum mati mereka


Harusnya kami yang sakit hati karena Pahlawan Nasional kami dihukum mati. Bahkan Bung Hatta berjanji tidak akan pernah menginjakkan kakinya ke Singapura, dan hingga ajalnya tiba, Bung Hatta menepati janjinya tersebut, ia tidak pernah ke Negara sebesar Kota itu

Belum berlayarpun kapal ini sudah bergaung namanya menggetarkan rakyat singapura, semoga saat telah mengamankan NKRI semakin bernyali.

Oiya apakabar penyadapan Singapura sejak 1970? Australia tidak mungkin bekerja sendiri dimana jaringan serat optik penghubung asia dan amerika ada disaar laut singapura?


Jika para pemimpin masing-masing bangsa yang melalui masa-masa pahit itu bisa kembali bersahabat erat, kenapa kita cucu-cucu dan cicit-cicitnya harus kembali bertikai tentang masalah yang dulu telah selesai?



Bengkulu, 12 Februari 2014

Tubagus Aryandi Gunawan



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 comments:

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)