Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Monday, March 17, 2014

ANTI GOLUTIS

Ingat bro! Pemilu Legislatif 9 April, Pemilu Presiden 9 Juli. :D


"Ah! Satu suara gue gak bakal ngaruh!" Eits, simak dulu penjabaran gue sob.
Tingkat partisipasi Pemilih pada Pemilu 1999 adalah 92,99%, 2004 menjadi 84,07%, dan 2009 menjadi hanya 70,99%. Di dalam angka partisipasi pemilih yang mengecil tadi, angka suara tidak sah juga meningkat yaitu pada Pemilu 1999 adalah 3,33%, 2004 meningkat jadi 9,66%, dan 2009 mencapai 14,43%. Dengan demikian pada pemilu terakhir kita yaitu Pemilu 2009, hanya 56,56 % suara yang dihitung, atau ada 43,44 % suara yang hilang (entah itu golput di rumah atau golput di surat suara). Angka 43,44 % itu gak sedikit sob, dari 120,92 juta pemilik hak pilih pada 2009, berarti ada 52,53 juta orang yang menghilangkan suara. Wow! 52,53 juta orang itu lebih besar dari total penduduk jawa barat (provinsi terbesar penduduknya) yang sampai 45 juta jiwa. Berarti lo bisa bayangin dari utara Pantai Indramayu sampai selatan Pantai Pangandaran pada gak sampe suaranya di Komisi Pemilihan Umum yang berdiri independen itu.


"Ah! Selow sob, cuma pemilu doank." Weys, pemilu itu SUPER MAHAL bos!
Dana yang disiapkan Pemerintah untuk menyelenggara Pesta Besar Demokrasi pada 2014 adalah 16 Triliun Rupiah. Bandingkan dengan ongkos pembangunan infrastruktur keren kita yaitu Jembatan Suramadu yang menelan 4,5 Triliun Rupiah, dibangun selama 6 tahun untuk difungsikan puluhan tahun kedepan. Bandingkan lagi dengan biaya pembangunan Bandara Internasional Kualanamu yang menghabiskan 5,8 Triliun Rupiah dan dibangun selama 6 tahun, serta bisa difungsikan hingga puluhan tahun kedepan. Kalau dibandingkan dengan biaya Pemilu 2014, kita bisa bikin 3 Jembatan baru sekelas Suramadu, atau 2 Bandara baru seluas dan secanggih Kualanamu. Kalau gue boleh ngomong kasarnya, 16 Triliun Rupiah itu cuma untuk dihabiskan beberapa bulan dan difungsikan orang-orang terpilih itu selama 5 tahun, MAHAL! jadi Demokrasi Indonesia itu mahal banget, Ayo sob hargain penggunaan pajak tahunan kita, Ayo bro partisipasi pilih orang-orang yang bener.

Jadi Rakyat itu memang paling gampang, tinggal nuntut, tinggal protes, tinggal diam, tinggal nunggu, tinggal nyalahin, dan tinggal ngeluh. Enaknya lagi, tugasnya cuma 1, dalam 5 tahun sekali pula, bentuk bakti dan partisipasi terkecilnya untuk Negara cuma "Datang, Pilih, Coblos, Celup" selesai dalam 5 menitan di TPS. Tapi lo tau gak apa yang udah lo lakuin di TPS pada pilpres 9 Juli nanti ????

Dengan telah menentukan pilihan sejak di dalam rumah, Pemilih telah membantu ditemukannya penerus Simbol Negara (Kepala Negara) yang juga akan menjadi Ketua Kabinet (Kepala Pemerintahan).

Dengan memberi suara di TPS, Pemilih bisa "secara langsung" memilih Pucuk Pimpinan yang akan mengelola uang 2000 Triliun Rupiah di APBN,

Melalui surat suara, Pemilih memberi kepercayaan pada Presiden baru untuk mengurus isi perut dan dompet 250 juta Orang Indonesia,

Melalui surat suara, Pemilih menugaskan Presiden mendatang untuk menangani bencana kemarau, banjir, kebakaran hutan, gempa, tsunami, hingga letusan gunung berapi di masa depan.

Melalui surat suara, Pemilih menentukan Orang Pintar yang akan mengeluarkan kita dari jerat impor beras, jagung, kedelai, garam hingga minyak bumi berkepanjangan,

Melalui surat suara, Pemilih mimilih Pejabat Tertinggi yang akan memperjuangkan pemberantasan korupsi, narkoba, terorisme, pembalakan liar, perdagangan bayi dan perempuan. 

Melalui surat suara, Pemilih menentukan Kepala Negara yang juga bertugas sebagai Kepala Penjaga Hutan yang menyimpan 17 % spesies dunia serta ke-17.504 pulau di negeri ini,

Dengan menggunakan paku saat mencoblos, Pemilih bisa mempercayakan keutuhan republik dan kerukanan 1.128 suku pada Seorang Panglima Tertinggi pilihannya,

Dengan memasukan surat suara kedalam kotak suara, Pemilih telah memilih Manager terbaiknya untuk optimalisasi luas wilayah keekonomian negara yang mencapai 8 juta km2,

Dengan mencelupkan jari pada tinta, Pemilih telah ikut menentukan penghuni Istana Merdeka yang harus segera membuka lapangan kerja baru untuk 7,39 juta pengangguran,

Dari prosesi lima menitan tersebut, Pemilih telah memilih Pahlawan yang akan mengangkat derajat hidup 28,07 juta Orang Miskin Indonesia.



Jadi....
AYO! pada 9 April dan 9 Juli nanti kita "Ikut Memenangkan" Dia-dia yang terkuat idenya dan tercerdik strateginya saat dikemukakan di Perang Gagasan nanti. Yuk ikut bertanggung jawab atas perjalanan reformasi negeri kita ini. Udah gak jamannya lagi kita tidak memanfaatkan Hak Pilih (GOLPUT). Udah gak jamannya kita lugu sampai-sampai pilihan kita ikut Orang Tua, Pacar, Suami, Istri, Kakak bahkan Tetangga. Udah gak jamannya lagi pandangan kita terhadap Pemilu dan Pilpres skeptis (ragu) dan seringkali apatis (masa bodoh). Terlalu mainstream (kebiasaan umum), sikap lugu, serba ragu, masa bodoh hingga jadinya GOLPUT, udah kuno banget bro! sekarang sih menurut gue jamannya kita Anti GOLUTIS (Golongan Putih, Lugu, Skeptis, Apatis) hehehe :D.


#antilugu #antiskeptis #antiapatis #antigolput 

Oleh Tubagus Aryandi Gunawan
Jakarta, 18 Maret 2014

Sumber Gambar : KPU


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 comments:

Post a Comment

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)