Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami. (Pencipta Lirik dan Lagu Bagimu Negeri: Kusbini)

Monday, November 17, 2014

Kebijakan Jokowi Terhadap Harga BBM

Harga "seharusnya" Premium : Rp. 10.000
Harga jual premium di Indonesia : Rp. 6.500
Harga jual bensin di Jerman : Rp. 27.000

Kalau Rakyat Indonesia dibantu subsidi Pemerintahnya 35% setiap pembelian 1 liter bbm, supaya Rakyat senang dan bisa hidup nyaman dengan mobil pribadi.

Kalau Rakyat Jerman justru dibebani pajak Pemerintahnya lebih dari 100% setiap pembelian 1 liter bbm, supaya Rakyat lebih memilih transportasi publik dan bijak dalam menggunakan energi.

Subsidi bbm memang pantas diberikan pada masa Pemerintahan Soeharto kepada Rakyat, saat produksi minyak Indonesia surplus dari konsumsi domestik. Namun bagaimana sekarang? setelah lebih dari 10 tahun kita tak kunjung menemukan cadangan minyak baru, alhasil penggenjotan produksi dari lapangan minyak tua terus menurun. Per hari ini kita telah impor lebih dari 400.000 barel, kita udah importir bro, bukan lagi eksportir sejak 2003, dan telah keluar dari keanggotaan OPEC pada 2008.


kalau ada yang bilang "Indonesia kaya minyak bro!"
Sebetulnya cadangan terbukti untuk Minyak Bumi Indonesia tidak sampai 5% dari cadangan dunia, beda dengan negara-negara Arab dan Venezuela yang memiliki cadangan >15%. Lebih tepatnya, Indonesia itu kaya GAS ALAM dan BATU BARA, bukan minyak bumi.

Pada 2012, total bantuan pemerintah "membelikan" rakyatnya bensin tembus 211,9 T. Belum lagi harus membantu rakyatnya bisa "merasakan listrik", subsidi pemerintah untuk listrik sampai 94,6 T. Jadi berapa tuh total subsidi Pemerintah untuk rakyat nya? 306,5 triliun pada tahun 2012 saja, dari total isi dompet negara (APBN) yang di kisaran 1000 T.

Mengutip kata Tifatul, "306,5 triliun itu kalo untuk pembangunan bisa jd 10.000 km rel kereta baru, 50.000 km tol baru dan 15 jalur MRT". Besaran subsidi yang mencapai 300 T (Subsidi listrik + Subsidi BBM) jika dikalikan 5 tahun mencapai 1500 T, bijak kah kita dana sebesar itu hanya habis di knalpot mobil dan lampu rumah?

Mengutip kata JK, "saat ini biaya subsidi yang dibayarkan negara sudah menggunakan hutang (dari luar negeri)". Saat ini subsidi premium oleh Pemerintah hanya 15% untuk setiap liternya (Rp 8.500 harga jualnya + Rp 1.500 dikasih negara). Semoga relokasi anggaran subsidi BBM oleh Presiden Jokowi ini benar-benar untuk pos pembangunan infrastruktur.

Hiduplah Indonesia Raya!


di Hurghada- Mesir, tanggal 17 November 2014

oleh Tubagus Aryandi Gunawan


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Saturday, November 1, 2014

The New President of Republic of Indonesia 2014-2019

Congratulation for HE President Joko Widodo,
The New President of Republic of Indonesia 2014-2019


Semakin bangga atas transformasi Indonesia menuju negara demokratis ke-3 terbesar di dunia dan bangga manatap peluang kemajuan ekonomi Indonesia kedepan. Pada 2012 Indonesia berada di urutan ke-16 (G20) sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, dan pada Mei 2014, World Bank melaporkan posisi Indonesia kini berada di urutan ke-10, lompatan tersebut lebih cepat dari perkiraan para analis sebelumnya yang menyebutkan Indonesia akan berada di posisi ke-9 pada 2050.


Thank you very much for Susilo Bambang Yudhoyono 
you made a great foundation for the next government


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Bangun pemudi pemuda Indonesia, Tangan bajumu singsingkan untuk negara, Masa yang akan datang kewajibanmu lah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa. Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, Tak usah banyak bicara trus kerja keras, Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih, Bertingkah laku halus hai putra negri, Bertingkah laku halus hai putra negri. (Pencipta Lirik dan Lagu Bangun Pemudi Pemuda: A. Simanjuntak)